Pemkab Rote Ndao Boyong Guru Besar Undana Terapkan Polycentric Governance
Oby Lewanmeru July 24, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menggandeng Tim Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk mengakselerasi penanganan kemiskinan ekstrem dan kasus stunting. 

Kolaborasi berbasis riset ini ditegaskan lewat Rapat Kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance yang digelar di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao, Jumat (24/7/2026).

​Strategi ini untuk memastikan kebijakan pembangunan Pemkab Rote Ndao tidak lagi berbasis asumsi, melainkan bertumpu pada data riset ilmiah yang akurat dan berbasis kolaborasi multi-pihak (polycentric governance).

​Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk mengungkapkan bahwa penanganan kemiskinan dan stunting di daerahnya membutuhkan lompatan inovasi serta intervensi yang benar-benar tepat sasaran. 

Baca juga: Undana Dorong Desa Sanggaoen di Rote Ndao Bebas Kemiskinan Ekstrem

Pemkab Rote Ndao menargetkan penurunan angka kemiskinan minimal 2 persen secara konsisten setiap tahunnya.

​"Mudah-mudahan dari riset yang dilakukan oleh Undana, kita bisa menemukan data dan fakta serta langkah perbaikan yang relevan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah," ucap Paulus.

​Ia menambahkan, optimisme ini didorong oleh fondasi ekonomi daerah yang solid, di mana laju pertumbuhan ekonomi Rote Ndao pada tahun 2025 tercatat mencapai 7,9 persen. 

Oleh karena itu, hasil riset akademisi diharapkan menjadi pengungkit (leverage) agar pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan dan stunting.

​Menutup keterangannya, Bupati Paulus menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi aktif Undana. 

Ia menyebut keterlibatan kampus ini sejalan dengan gerakan sosial daerah "Mai Fali E" atau Pulang Kembali, sebuah komitmen bersama untuk memberikan hati dan pikiran demi kemajuan Rote Ndao.

​"Penanganan stunting dan kemiskinan adalah investasi masa depan bagi generasi penerus. Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan riset agar pengabdian ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat Rote Ndao," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Guru Besar Undana, Prof. David Pandie memimpin langsung jalannya advokasi kebijakan ini sebagai bagian dari rangkaian PKM Undana Tahun 2026.

Ia mengemukakan, pendekatan Polycentric Governance yang ditawarkan Undana mendorong pembagian peran yang terdistribusi secara mandiri namun terintegrasi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat. (rio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.