‘Saya tidak akan membiarkannya disapu di bawah karpet’ - Norwegia ajukan keluhan resmi atas peran Donald Trump dalam skandal kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia
Rina Kusumawati July 24, 2026 06:23 PM

Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) akan mengajukan keluhan resmi terkait campur tangan politik Donald Trump dalam pembatalan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia. Presiden Lise Klaveness mengecam proses pengambilan keputusan FIFA, sementara pejabat US Soccer dan Balogun sendiri menanggapi kontroversi panas yang menyelimuti turnamen tersebut.

NFF ajukan keluhan resmi

NFF tengah menyiapkan pengaduan resmi terhadap FIFA setelah Presiden Amerika Serikat Trump turun tangan agar kartu merah Balogun dibatalkan pada babak 32 besar Piala Dunia. Keputusan yang memicu kontroversi itu diambil secara sepihak oleh ketua komite disiplin FIFA, Mohammad al-Kamali, tanpa berkonsultasi dengan 17 anggota komite lainnya setelah adanya panggilan telepon dari Trump kepada Gianni Infantino.

Presiden NFF, Klaveness, mengecam keras pelanggaran aturan tersebut dan menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan diabaikan. Seperti dikutip Dagbladet, ia mengatakan: “Saya tidak akan membiarkan ini disapu di bawah karpet.”

Klaveness mengkritik proses FIFA

Klaveness menilai campur tangan politik dalam membatalkan skorsing Balogun telah merusak integritas dan aturan dasar sepak bola dunia. Ia menuntut transparansi penuh dari pimpinan FIFA dan mendesak agar kasus ini dibahas secara resmi dalam rapat dewan yang akan datang: “Ketika Anda membengkokkan aturan dengan cara seperti ini, Anda membahayakan seluruh permainan. Ini menjadi kekhawatiran besar bagi sepak bola ketika aturan-aturan mendasar dikompromikan.”

Ia melanjutkan: “Kami tahu keputusan ini dipengaruhi faktor eksternal dan tidak melalui proses yang semestinya. Persoalan ini begitu serius dan mengganggu sehingga saya berharap hal ini bisa mendorong orang-orang untuk maju dan bersuara tanpa rasa takut. Saya akan membawanya ke rapat dewan dan membahasnya dengan dewan saya.”

US Soccer menanggapi kontroversi

Di sisi lain, CEO US Soccer J.T. Batson membela keterlibatan Gedung Putih dalam membantu membatalkan skorsing Balogun menjelang laga mereka melawan Belgia: “Presiden bisa melakukan apa yang Presiden ingin lakukan.”

Namun, Balogun sendiri mengakui bahwa keputusan kontroversial itu menimbulkan kecemasan di skuad Amerika Serikat sebelum pertandingan, dengan mengatakan: “Reaksi awal saya adalah saya senang bisa kembali ke tim, tetapi ketika saya mulai merenung, saya tahu ini akan menimbulkan banyak kontroversi, dan saya hampir bisa melihat ada sedikit kegugupan di antara rekan-rekan setim saya, karena ini adalah sesuatu yang sangat unik.”

Penyerang itu menambahkan bahwa sorotan publik yang sangat intens dan tekanan dari luar sulit diabaikan oleh tim: “Semakin dekat kami ke pertandingan, saya mencoba fokus sebaik mungkin, tetapi itu sulit. Banyak kebisingan dari luar, dan itu sulit dihindari.”

MENIKMATI CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami

FIFA menghadapi penyelidikan etika

FIFA menegaskan bahwa Komite Etik independennya akan menyelidiki keadaan di balik pembatalan skorsing tersebut di tengah tekanan yang meningkat dari asosiasi anggota, termasuk Norwegia dan Belgia.

Di luar saga disiplin Balogun, pembahasan FIFA mengenai perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim tampaknya akan memperdalam ketegangan dengan NFF. Kini para pengamat menunggu apakah peninjauan etika itu dapat mengembalikan kredibilitas tata kelola FIFA.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.