TRIBUNBATAM.id SIAK - Ponsel milik Dokter Spesialis anestesi dr Alex Cristo Loris sudah dibuka di hadapan keluarga besarnya. Namun ada beberapa aplikasi yang dipasang dan tidak bisa di akses.
Karena itulah akhirnya polisi mengirim ponsel milik korban tersebut ke laboraturium Forensik.
Tujuan Hp tersebut dikirim kesana untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik
Hal itu disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P, Jumat (24/7/2026) kepada sejumlah awak media.
“Kami telah membuka satu unit handphone milik korban secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan langsung oleh orang tua serta kakak korban. Ada beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka sehingga kami kirim ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Raja Kosmos.
Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga keabsahan setiap barang bukti yang diperoleh selama penyelidikan.
Pemeriksaan digital terhadap Ponsel korban menjadi salah satu fokus penyidik. Sebab di dalam perangkat itu diduga terdapat informasi yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum dr Alex ditemukan meninggal dunia.
Selain menunggu hasil pemeriksaan digital forensik, polisi juga masih menanti hasil autopsi.
Hingga kini, pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik masih berlangsung, sementara barang bukti lain yang telah dikirim ke Labfor juga belum selesai dianalisis.
“Kami juga telah mengamankan seluruh rekaman CCTV yang merekam perjalanan korban sejak meninggalkan RSUD Tengku Rafian Siak hingga menuju lokasi ditemukannya korban,” ujarnya.
Sedikitnya ada rekaman dari dua sumber kamera pengawas. Keduanya telah disita sebagai barang bukti.Penyelidikan juga diperkuat melalui pemeriksaan sejumlah saksi.
“Kami juga telah meminta keterangan petugas keamanan dan pegawai RSUD Tengku Rafian Siak, dua dokter pembimbing residen anestesi, seorang dokter residen anestesi, serta istri korban,” katanya.
Pemeriksaan akan diperluas kepada rekan-rekan korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), staf akademik, staf bagian keuangan, hingga dua rekan korban di Maluku. Di Maluku, ada seorang dokter dan seorang bidan yang telah memberikan informasi awal kepada penyidik.
Raja Kosmos mengatakan, dari hasil sementara pemeriksaan barang bukti, keterangan saksi, dan data yang diperoleh dari telepon genggam korban, penyidik juga melibatkan ahli psikologi forensik dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR). Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara terhadap para saksi serta analisis terhadap barang bukti dan petunjuk lain.
Ia menegaskan, penyelidikan dilakukan dengan pendampingan Ditreskrimum Polda Riau agar seluruh proses berjalan sesuai kaidah ilmiah.
“Kami berharap penyelidikan ini dapat segera selesai. Namun seluruh proses tetap berpedoman pada prinsip keilmuan sehingga nantinya menghadirkan fakta kebenaran yang tidak terbantahkan terkait penyebab kematian korban,” ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)