Pramono Minta Forkabi Ikut Redam Tawuran & Premanisme, Perkuat Peran Betawi Bangun Jakarta
Jaisy Rahman Tohir July 24, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) ikut berperan aktif membantu menekan aksi tawuran, kekerasan, hingga premanisme di Ibu Kota. 

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan Jakarta menuju kota global.

Pesan itu disampaikan Pramono usai melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forkabi periode 2026–2031 di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7/2026).

“Mengenai masih adanya tawuran, kekerasan, premanisme, sebenarnya tidak ada hubungannya sama Forkabi. Tetapi karena Forkabi ini adalah ormas, dan ormas besar yang anggotanya banyak anak-anak muda, saya yakin Forkabi tentunya juga punya konsen terhadap itu,” ucapnya.

Forkabi Diminta Berkontribusi Nyata untuk Jakarta

Pramono mengatakan, transformasi Jakarta menjadi kota global harus dibarengi dengan pelestarian budaya Betawi sebagai identitas kota. 

Karena itu, ia berharap Forkabi tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga hadir membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Sebagai Gubernur Jakarta, saya memang pengin betul Betawi ini kompak, rukun, bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta membangun Jakarta. 

Mudah-mudahan dengan pelantikan ini Forkabi makin solid dan makin memberikan kontribusi yang nyata,” ujarnya.

Menurut Pramono, sejak awal memimpin Jakarta bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI berkomitmen menempatkan budaya Betawi sebagai wajah utama Jakarta. 

Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai kebijakan, mulai dari penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat hingga penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Dalam menyambut 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah program yang melibatkan masyarakat Betawi, termasuk pencetakan 1.000 Al Quran untuk masyarakat serta penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mulai tingkat RT/RW.

Forkabi Klaim Tawuran Sudah Berkurang

Menanggapi harapan Gubernur, Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni mengatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta sekaligus menjaga kondusivitas ibu kota.

Ia menyebut Forkabi bersama berbagai organisasi masyarakat telah membangun komunikasi melalui Forum Lintas Ormas untuk meredam konflik di lapangan.

“Alhamdulillah kita sudah ada yang namanya Forum Lintas Ormas yang kita lakukan dari mulai selatan sampai tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tawuran maupun aksi kekerasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Bukan beban di Gubernur, beban di pemerintah, ataupun di kepolisian dan sebagainya, semua tanggung jawab kita bersama. Semoga Jakarta akan lebih aman,” katanya.

Foke: Forkabi Harus Jadi Garda Depan Bangun Jakarta

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo turut mengapresiasi kepengurusan baru Forkabi.

Pria yang akrab disapa Foke itu berharap Forkabi mampu menjadi organisasi yang terbuka dan berada di garis depan dalam menjaga sekaligus membangun Jakarta.

“Mubes ini menggambarkan kedewasaan organisasi Forkabi dalam bermusyawarah yang merupakan ciri utama kaum Betawi. Saya berharap FORKABI dapat berada di garis depan untuk aktif membangun dan menjaga Jakarta,” kata Foke.

Dalam pelantikan tersebut, Marullah Matali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP), sementara Abdul Ghoni dilantik sebagai Ketua Umum DPP Forkabi periode 2026–2031 bersama 20 pengurus lainnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.