Kunjungi PBB, Menpora Erick Dorong Program Kepemudaan yang Berdampak Nyata
Hasiolan Eko P Gultom July 24, 2026 08:38 PM

Kunjungi PBB, Menpora Erick Dorong Program Kepemudaan yang Berdampak Nyata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti dua persoalan utama yang tengah dihadapi generasi muda di berbagai negara, yakni ketersediaan lapangan kerja dan kesehatan mental.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama saat Erick mengunjungi Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Dalam kunjungan tersebut, Erick didampingi Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, dan bertemu dengan Assistant Secretary-General for Youth Affairs PBB, Felipe Paullier.

Pertemuan dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan global yang dihadapi generasi muda sekaligus membahas penguatan program kepemudaan.

“Kami berdiskusi terkait berbagai isu kepemudaan di seluruh dunia. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk memastikan program-program kepemudaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pemuda dan pemudi," kata Erick dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Erick mengatakan, persoalan lapangan kerja dan kesehatan mental menjadi tantangan yang paling banyak dirasakan anak muda di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, kedua isu tersebut harus menjadi perhatian utama pemerintah dalam merancang kebijakan pemberdayaan generasi muda.

“Lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang paling dirasakan pemuda dan pemudi di dunia saat ini. Karena itu, program kepemudaan yang kita jalankan harus tepat sasaran, relevan dengan tantangan yang mereka hadapi, dan benar-benar memberikan dampak," ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan dunia yang berlangsung cepat turut memengaruhi masa depan pekerjaan, kehidupan sosial, hingga tekanan yang dihadapi generasi muda.

Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga terus mendorong agar setiap program kepemudaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu meningkatkan kapasitas dan membentuk karakter generasi muda Indonesia.

Menurut Erick, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, tangguh, memiliki empati, serta cinta kepada bangsa dan negara.

"Sejak pertama kali memberikan amanah kepada saya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita harus membangun generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih, dan berempati. Karena itu, setiap program harus memiliki tujuan dan dampak yang jelas bagi masa depan mereka," ucapnya.

Selain membahas isu strategis kepemudaan, pertemuan dengan Felipe Paullier juga menjadi bagian dari upaya Kemenpora memperkuat jejaring internasional dalam pembangunan pemuda.

Erick menilai Indonesia perlu terus belajar dan berbagi praktik terbaik dengan berbagai negara serta lembaga internasional guna menjawab tantangan generasi muda yang semakin kompleks.

"Pemuda adalah kekuatan masa depan Indonesia. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memiliki karakter yang kuat untuk membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.