Jember Luncurkan Layanan Homecare, 1.200 Nakes Siap Layani Pasien di Rumah
Haorrahman July 24, 2026 08:44 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemkab Jember resmi meluncurkan layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah (homecare) sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Program tersebut diresmikan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026), dan mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan karena dinilai berpotensi menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Peluncuran layanan homecare dihadiri Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, gagasan menghadirkan layanan homecare lahir dari pengalaman masa kecilnya saat tinggal di wilayah pedesaan Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, banyak warga saat itu kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya maupun transportasi menuju fasilitas kesehatan.

"Waktu kecil saya melihat, orang tidak bisa berobat karena biaya. Atau tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan juga karena faktor biaya," ujar Gus Fawait.

Baca juga: Pemkab Jember Segera Luncurkan Home Care Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Disiagakan

Ia menambahkan, tingginya angka kemiskinan di Jember yang masih menjadi salah satu tertinggi di Jawa Timur turut memengaruhi berbagai indikator kesehatan, seperti kasus stunting hingga angka kematian ibu dan bayi.

Karena itu, Pemkab Jember menghadirkan layanan homecare agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.

"Karena itulah hadir layanan homecare ini untuk mendekatkan layanan ke masyarakat. Karena warga yang hendak berobat ataupun kontrol membutuhkan biaya, membutuhkan transportasi. Jika orang kaya punya dokter pribadi, maka orang yang tidak mampu, warga miskin Kabupaten Jember juga memiliki dokter keluarga," tegas Fawait.

1.200 Tenaga Kesehatan

Program homecare dijalankan melalui 50 unit mobil yang ditempatkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Jember. Armada tersebut didukung sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan dasar secara langsung ke rumah pasien.

Apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan, petugas dapat menghubungkannya dengan dokter spesialis maupun subspesialis melalui layanan telemedicine.

Fawait menjelaskan, dari total 50 kendaraan operasional, hanya 10 unit merupakan kendaraan baru. Sementara 40 unit lainnya berasal dari kendaraan dinas milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang dialihkan untuk mendukung layanan kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran sehingga pemerintah daerah tidak perlu melakukan pengadaan kendaraan baru dalam jumlah besar.

"Sehingga yang baru hanya 10 unit, lalu bagaimana sisanya. Kami memutar otak, akhirnya mobil dinasnya kepala OPD kami tarik sehingga terkumpul 40 unit," imbuhnya.

Seluruh armada homecare dicat berwarna merah muda (pink) dan dilengkapi identitas layanan, nomor hotline, serta informasi kanal pengaduan masyarakat.

Baca juga: Pria asal Jenggawah Nyamar Polisi demi Taklukkan Gadis ASN di Jember, Kedoknya Terbongkar

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus mengapresiasi inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan Pemkab Jember. Menurutnya, layanan homecare merupakan terobosan yang berpotensi menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.

"Saya kira ini jadi yang pertama yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Kami minta ini nanti dua atau tiga bulan ke depan bisa dipaparkan ke kami, karena ini bisa saja jadi percontohan untuk kabupaten dan kota lain," ujar Benjamin.

Ia menilai konsep homecare sangat relevan diterapkan di daerah dengan wilayah administratif yang luas seperti Kabupaten Jember. Luas wilayah tersebut, menurutnya, menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan akses layanan kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kesehatan berencana mengundang Bupati Jember bersama jajaran Dinas Kesehatan dalam dua hingga tiga bulan mendatang untuk mengevaluasi pelaksanaan program, kebutuhan teknis, hingga skema pembiayaan agar model layanan ini dapat direplikasi di daerah lain.

Benjamin juga menyampaikan bahwa saat ini seluruh operasional layanan homecare, termasuk biaya bahan bakar kendaraan, masih didanai melalui APBD Kabupaten Jember.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan siap mendukung penyediaan obat-obatan dan perlengkapan medis bagi petugas homecare.

"Kemenkes berkomitmen membantu penyediaan pasokan obat-obatan serta perlengkapan medis pendukung untuk petugas homecare di lapangan," tegas Benjamin.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.