SURYA.CO.ID, SURABAYA – Deretan prestasi internasional membanggakan kembali diukir para pelajar berbakat asal Jawa Timur usai sukses mengguncang panggung musik dunia lewat penampilan vokal memukau mereka di Tiongkok.
Aksi spektakuler kelompok paduan suara muda itu tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga berhasil mencuri perhatian idol K-Pop ternama hingga viral di jagat media sosial.
Atas pencapaian luar biasa itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan penghargaan resmi sebagai bentuk apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras para generasi muda itu.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada para pelajar yang tergabung dalam Shine Harmony Choir (Gitabumi Shine Voices) atas prestasi mereka di ajang internasional.
Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Ruang Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).
Penghargaan diberikan setelah tim paduan suara asal Kabupaten Sidoarjo itu berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang Voice of Youth IQIYI TV China.
Tim ini menerima undangan dari penyelenggara Interkultur sebagai perwakilan Indonesia karena menyandang gelar Champion World Choir Games 2023.
Dalam kompetisi yang berlangsung pada 22–26 Mei 2026 di Tiongkok, Shine Harmony Choir (Gitabumi Shine Voices) sukses menjuarai Battle Round setelah mengalahkan Voice of Youth Choir dari Tiongkok.
Baca juga: Antusias Siswa Surabaya Semarakkan Lomba Paduan Suara Gerejawi Antar SD dan SMP
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengaku pertama kali mengetahui prestasi itu setelah penampilan tim paduan suara itu viral di media sosial dan mendapat apresiasi dari salah satu personel grup K-Pop NCT.
"Saya melihat di lini masa media sosial ada salah satu personel NCT yang mengunggah penampilan choir ini. Setelah saya telusuri, ternyata mayoritas anggotanya berasal dari Jawa Timur. Ini merupakan kolaborasi Gita Bumi dan Shine Harmony," kata Emil.
Menurutnya, anggota tim berasal dari sekitar 13 sekolah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang.
Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa pelajar Jawa Timur mampu bersaing di panggung internasional.
"Festival ini bukan hanya bergengsi, tetapi juga memiliki eksposur internasional yang sangat luas. Persaingannya sangat tinggi, namun adik-adik kita mampu membuktikan kualitasnya. Bahkan setelah saya melihat penampilan langsung tadi, ternyata lebih memukau dibandingkan rekamannya," ujarnya.
Emil juga mengapresiasi kreativitas para pelajar yang memadukan unsur budaya Indonesia, seperti sinden, dalam penampilan mereka.
Menurutnya, penampilan itu bahkan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kebudayaan.
Ia berharap prestasi serupa terus bermunculan.
Untuk itu, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diminta menginventarisasi seluruh kelompok paduan suara berprestasi di Jawa Timur agar dapat memperoleh pembinaan dan dipromosikan ke tingkat nasional melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
"Masih banyak choir dari Jawa Timur yang berprestasi di ajang internasional. Semua potensi ini perlu didata agar mendapat perhatian dan kesempatan yang lebih luas," katanya.
Baca juga: Catatan Capaian Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jatim, Fokus Akses dan Kesejahteraan Guru
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelajar yang telah membawa nama baik Jawa Timur dan Indonesia di tingkat dunia.
Pada kesempatan yang sama, Aries juga menyampaikan kabar membanggakan lainnya.
Sebanyak 14 guru SMK asal Jawa Timur lolos program magang industri di luar negeri.
Jumlah itu merupakan yang terbanyak secara nasional. Dari 50 guru yang terpilih di seluruh Indonesia, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur.
"Ini prestasi yang sangat luar biasa. Guru-guru kita dipercaya mengikuti magang industri di luar negeri sekaligus mendampingi siswa SMK yang juga menjalani program magang di sana," ujar Aries.
Guru-guru itu berasal dari berbagai kompetensi keahlian, seperti animasi, teknik, arsitektur, dan pelayanan.
Mereka akan menjalani magang selama satu tahun di sejumlah negara, antara lain Jerman, Jepang, dan Australia.
Menurut Aries, pengalaman yang diperoleh selama magang di industri internasional diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur.
"Harapan kami, setelah kembali ke Indonesia mereka membawa pengalaman industri global yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sekaligus dibagikan kepada guru-guru lain sehingga berdampak pada peningkatan kualitas lulusan SMK," pungkasnya.