TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat tengah menyiapkan integrasi Stasiun MRT Monas dengan Stasiun Gambir.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi berbasis rel di Ibu Kota.
Rencana tersebut merupakan hasil pembahasan Pemprov DKI bersama Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.
“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan pemerintah pusat di Kementerian Perhubungan, baik Bapak Menteri, Dirjen, dan tentunya PT KAI, untuk mengintegrasikan transportasi yang ada di Jakarta,” ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Pramono mengatakan, integrasi transportasi terus dilakukan seiring bertambahnya layanan angkutan massal di Jakarta.
Dalam waktu dekat, jalur LRT Jakarta dari Pegangsaan Dua, Kelapa Gading hingga Manggarai juga akan diresmikan.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan penambahan jalur KRL untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Karena sekarang ini fasilitas transportasi yang menggunakan kereta api, apakah itu LRT, MRT, KRL, sudah jauh lebih baik. Konektivitasnya juga jauh lebih baik."
"Apalagi kalau dalam bulan Agustus depan akan diresmikan LRT dari Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, sampai dengan Manggarai. Dan juga akan penambahan jalur baru KRL,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan membuat perpindahan antarmoda menjadi semakin mudah sekaligus memperluas jangkauan transportasi umum di Jakarta.
Pramono optimistis integrasi jaringan transportasi berbasis rel akan mendorong semakin banyak warga beralih menggunakan angkutan umum.
Ia menilai konektivitas yang semakin baik akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengurangan kemacetan di Jakarta.
“Maka dengan demikian, saya meyakini ini akan membuat pertama konektivitasnya makin luas, yang kedua masyarakat akan mendapatkan kemudahan untuk menggunakan transportasi umum yang basisnya adalah kereta api,” kata Pramono.
Ia menambahkan, penguatan integrasi transportasi merupakan salah satu fokus Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem mobilitas yang lebih efisien, nyaman, dan terhubung antarmoda sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global.
Baca juga: Renovasi SDN Kebayoran Lama 09 yang Ambruk Dimulai September 2026, Habiskan Anggaran Rp 48 Miliar
Baca juga: Mediasi Pengemudi Alphard dan Satpam di Polsek Menteng, Korban Ungkap Alasan Sujud: Saya Ketakutan
Baca juga: Dikira Hendak Berbuat Jahat, Pria Diduga ODGJ Mengaku Ingin Sedekah Ponsel Mati di Musala