3 Faktor Ini Bikin IHSG Merosot 1,8% ke 6.196
Agustina Melani July 24, 2026 10:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan saham Jumat, (24/7/2026). Analis menilai, koreksi IHSG hari ini terjadi dipicu faktor internal dan eksternal. Salah satunya Amerika Serikat yang akan menerapkan tarif baru terhadap sejumlah negara termasuk Indonesia.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 1,88% ke 6.196,43. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, IHSG sudah turun dalam tiga hari berturut-turut. Indeks saham LQ45 terperosok 1,97% menjadi 614,78. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. 

Menjelang akhir pekan, IHSG menyentuh level tertinggi 6.268,53 dan level terendah 6.159,14. Sebanyak 587 saham melemah sehingga bebani IHSG. 105 saham diam di tempat dan 104 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham 2.256.727 kali dengan volume perdagangan saham 37,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan,  pergerakan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, investor mencermati akan pemberlakuan tarif impor baru dari Amerika Serikat (AS) sebesar 10-12,5% terhadap 60 mitra dagang termasuk Indonesia. Kedua, ia mengatakan, konflik Timur Tengah yang kembali memanas membuat harga minyak dunia berada di level US$ 100 per barel.

“Ketiga meningkatnya kembali kekhawatiran investor akan inflasi global dan memperbesar peluang bank sentral untuk higher for longer,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 2,82%, sektor saham basic susut 3,02%, dan sektor saham industri melemah 1,47%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 1,45%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,04%, dan catat penurunan terbesar. Lalu sektor saham kesehatan susut 0,26%, sektor saham keuangan melemah 25, sektor saham properti turun 1,16%. Selanjutnya sektor saham teknologi terperosok 1,41%, sektor saham infrastruktur melemah 1,63% dan sektor saham transportasi terpangkas 2,7%.

Gerak Saham

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menjelang akhir pekan ini, saham PANI turun 3,54% menjadi Rp 6.125 per saham. Harga saham PANI dibuka stagnan di Rp 6.350 per saham. Saham PANI berada di level tertinggi Rp 6.350 dan terendah Rp 6.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.376 kali dengan volume perdagangan saham 37.696 saham. Nilai transaksi Rp 23,2 miliar.

Harga saham TLKM susut 0,75% menjadi Rp 2.630 per saham. Saham TLKM dibuka turun 50 poin menjadi Rp 2.600 per saham. Harga saham TLKM berada di level tertinggi Rp 2.630 dan terendah Rp 2.580 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.065 kali dengan volume perdagangan saham 1.151.279 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 299,9 miliar.

Harga saham MLPT terpangkas 0,28% menjadi Rp 1.780 per saham. Saham MLPT dibuka stagnan di Rp 1.785 per saham. Harga saham MLTP berada di level tertinggi Rp 2.020 dan terendah Rp 1.580 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 25.508 kali dengan volume perdagangan saham 422.682 saham. Nilai transaksi Rp 77,1 miliar.

Harga saham AMMN terpangkas 4,27% menjadi Rp 4.040 per saham. Saham AMMN dibuka turun menjadi Rp 4.110 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.220 per saham. Harga saham AMMN berada di level tertinggi Rp 4.170 dan terendah Rp 3.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 39.684 kali dengan volume perdagangan saham 1.042.408 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 422,5 miliar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.