Pembangunan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Rampung 18 Bulan, Investasi Rp80 Miliar
Budi Sam Law Malau July 24, 2026 10:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI — Pembangunan Transit-Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking di kawasan kolong Flyover Summarecon, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (24/7/2026).

Proyek senilai Rp80 miliar ini ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan dan diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bekasi.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan pembangunan stasiun ekstensi menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis transportasi massal yang terintegrasi.

"Stasiun ekstensi ini kami bangun dalam waktu 18 bulan, dengan investasi sekitar Rp80 miliar," kata Adrianto.

Ia menjelaskan proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 400 meter persegi.

Nantinya, Stasiun Bekasi Ekstensi akan berbagi fungsi dengan Stasiun Bekasi yang sudah beroperasi sehingga distribusi penumpang menjadi lebih merata.

Menurut Adrianto, Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting difokuskan melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.

Pembagian tersebut diyakini mampu mengurangi penumpukan penumpang yang selama ini terjadi di salah satu stasiun tersibuk di Jabodetabek itu.

"Dengan adanya Stasiun Bekasi Ekstensi, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang karena stasiun ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan," ujarnya.

Tak hanya membangun stasiun baru, Summarecon juga menyiapkan pengembangan jaringan transportasi publik yang akan menghubungkan Bekasi Utara dengan Stasiun LRT.

Jalur transportasi massal sepanjang sekitar lima kilometer direncanakan melintasi kawasan TOD sebelum tersambung ke Stasiun LRT di sisi jalan tol.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memilih moda transportasi sesuai tujuan perjalanan sekaligus memangkas waktu tempuh.

Selain konektivitas transportasi, kawasan TOD juga dirancang mengusung delapan prinsip utama, di antaranya ramah pejalan kaki, jalur sepeda, jaringan jalan yang saling terhubung, integrasi transportasi publik, hingga pengembangan kawasan yang aman dan berkelanjutan.

"Kami berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam beraktivitas, efisiensi dalam bermobilitas, serta kualitas lingkungan yang semakin baik," tutur Adrianto.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut menghadiri groundbreaking menilai proyek tersebut dapat menjadi contoh pengembangan kawasan perkotaan berbasis transit di Indonesia.

Baca juga: TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Dibangun, Antrean Penumpang KRL Ditargetkan Pecah

Menurut AHY, konsep TOD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mengintegrasikan hunian, pusat bisnis, pendidikan, hingga fasilitas publik dalam satu kawasan yang saling terhubung.

"TOD seperti yang sedang dikembangkan di lokasi ini bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia," kata AHY.

Ia optimistis proyek yang ditargetkan rampung dalam 18 bulan itu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari mengurangi kemacetan hingga meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

AHY menambahkan, integrasi TOD Summarecon dengan layanan KRL, kereta antarkota, dan LRT akan membuat mobilitas warga Bekasi semakin cepat, efisien, dan nyaman.

"Ketika kita berbicara membangun kualitas hidup manusia yang lebih baik, tentu berawal dari bagaimana masyarakat bisa tinggal, bekerja, dan beraktivitas dengan akses transportasi yang semakin mudah," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.