Oemah Gamelan di Desa Wisata Pekunden Banyumas Jadi Sarana Edukasi
muslimah July 25, 2026 06:56 AM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Oemah Gamelan menjadi salah satu destinasi yang tergabung dalam Desa Wisata Pekunden di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Sanggar seni dan budaya itu beramalat di Jalan Jaya Sirayu Gang Perintis No 19, RT 03 RW 03 Desa Pekunden.

Tidak hanya menjadi wisata edukasi kesenian gamelan, tetapi juga menjual dan menyewakan gamelan.

Pemilik dari Oemah Gamelan adalah pasangan suami istri pegiat karawitan, yaitu Eko Kuntowibowo dan Larasati Warihasih.

arasati mengatakan, Oemah Gamelan ini bagian dari Desa Wisata Pekunden. 

Tetapi sebelum adanya desa wisata dan kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), usaha dan wisata edukasinya sudah ada sebelum tahun 2021.

"Di sini pengunjung bisa belajar mengenal instrumen gamelan, bermain gamelan, dan proses pembuatan gamelan," katanya kepada Tribun Jateng, Kamis (23/07/2026).

WISATA EDUKASI- Oemah Gamelan Desa Wisata Pekunden menyediakan edukasi belajar gamelan dan wayang di pendopo yang beralamat di Jalan Jaya Sirayu Gang Perintis No 19, RT 03 RW 03 Desa Pekunden, Kamis (23/7/2026).
WISATA EDUKASI- Oemah Gamelan Desa Wisata Pekunden menyediakan edukasi belajar gamelan dan wayang di pendopo yang beralamat di Jalan Jaya Sirayu Gang Perintis No 19, RT 03 RW 03 Desa Pekunden, Kamis (23/7/2026). (TRIBUN JATENG/Fajar Bahruddin Achmad)

Menurut Larasati, pengunjung juga bisa menyaksikan proses pembuatan gamelan, seperti pengecetan kluwung kendang, pembuatan wilah dan saron, dan pengecekan rancakan.

Termasuk proses nglaras atau pembuatan nada pada alat musik gong.

Pengunjung bisa berkunjung langsung secara mandiri atau berkelompok melalui Pokdarwis Desa Pekunden.

"Kami di sini juga menyewakan dan menjual gamelan. Untuk penjualan gamelan, jenis kuningan dan besi harganya berkisar Rp 80 juta-150 juta, sedangkan gamelan perunggu berkisar harga Rp 800 juta. Untuk sewa gamelan seharga Rp 7 juta," jelasnya.

Daya Tarik

Sementara itu, Wakil Ketua Pokdarwis Desa Pekunden, Winarko mengatakan, Pekunden menjadi desa wisata sudah sejak disahkan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein di tahun 2021.

Setelah itu proses pendampingan terus dilakukan oleh Dinporabudpar Banyumas.

Saat ini, dimulai dari lima daya tarik, ada Kampung Nopia Mino, Oemah Gamelan, Oemah Batik, Oemah Manggleng, dan kebun buah naga.

"Seiring berjalan waktu, sekarang kurang lebih ada 10 daya tarik. Tambahannya ada Oemah Golang-galing, Oemah Roti Qim, Kampung Ekraf, Kampung Tani, dan sebagainya," ujarnya.

Winarko menjelaskan, Desa Wisata Pekunden ini konsepnya adalah menjual paket wisata dengan mengunjungi industri kreatif atau UMKM.

Selama ini yang datang biasanya akan menghubungi sekretariat untuk memilih paket edukasi wisata dan jumlah pengunjung.

Dia mencontohkan, ada paket sinau satu sampai sembilan yang menawarkan tiga daya tarik. Kemudian ada juga paket live in dengan konsep menginap di homestay milik warga, nanti kunjungan dibagi ke dalam beberapa hari.

"Untuk biaya dikenakan per orang, paling murah Rp 50 ribu per orang. Untuk paket live in, tergantung menginapnya berapa hari. Pernah ada peserta paket live ini sampai 350 orang," jelasnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.