Di antaranya, Sekjen Demokrat hingga Wamen Ketenagakerjaan hadiri Musda Demokrat Sumbar, keluarga curigai kejanggalan kebakaran pasutri di Padang Pariaman, Banjir di Ngarai Sianok hingga BPJN Sumbar Targetkan Perbaikan Jalur Lembah Anai Rampung 31 Juli.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan perbaikan Jalur Lembah Anai yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi telah memasuki tahap akhir.
Saat ini progres pekerjaan hampir mencapai 100 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan pekerjaan utama di jalur tersebut telah rampung.
Saat ini petugas hanya menyelesaikan pekerjaan perapian di sepanjang ruas jalan tersebut.
"Perbaikan Jalur Lembah Anai sudah hampir 100 persen, tinggal perapian-perapian sepanjang jalur itu saja. Insya Allah pengaspalan sudah selesai, tinggal perapian saja," kata Elsa kepada TribunPadang.com di Padang, Jumat (24/7/2026).
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, BPJN berharap arus lalu lintas di Jalur Lembah Anai dapat segera dibuka kembali secara normal seperti sebelum bencana.
"Mudah-mudahan lalu lintas akan kita buka kembali normal seperti semula," ujarnya.
Elsa menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026.
Diketahui, Jalur Lembah Anai merupakan jalan nasional yang menjadi akses utama penghubung Kota Padang dengan Bukittinggi. Jalur tersebut putus total akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 27 November 2025.
Bencana itu menyebabkan badan jalan nasional mengalami amblas dan putus di sejumlah titik krusial.
Salah satu kerusakan terparah terjadi di sekitar Km 63+500 dengan total area terdampak mencapai sekitar 300 meter.
Selengkapnya KLIK DI SINI
Sejumlah tokoh penting hadir pada Musyawarah Daerah (Musda) V melalui Musdalub Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat di Hotel Mercure, Kota Padang, Jumat (24/7/2026) malam.
Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V melalui Musdalub Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, lautan biru sudah memenuhi ruangan Balairung Hotel Mercure Padang, Jumat (24/7/2026) malam.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 19.34 WIB, tampak para kader sudah memenuhi ruangan.
Tari pasambahan juga dimainkan oleh sanggar tari untuk menyambut tamu yang hadir.
Sampai saat ini, para penari masih memainkan tari pasambahan di atas panggung yang dipenuhi lampu kelap kelip.
Musik bernuansa Minang juga menggema di ruangan Balairung hotel Mercure, tempat Musda diadakan.
Siapa saja pejabat yang hadir? Selengkapnya KLIK DI SINI
Keluarga pasangan suami istri yang tewas dalam kebakaran rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan keluarga kini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan visum terhadap kedua jenazah yang dilakukan di RS Bhayangkara Padang.
Meski belum ingin berspekulasi, Bambang mengakui keluarga memiliki kecurigaan terkait kematian kedua mertuanya yang ditemukan dalam kondisi berimpitan di ruang tamu rumah usai api berhasil dipadamkan pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
"Kami belum tahu penyebab pastinya, itu kami serahkan kepada pihak kepolisian. Tapi memang ada beberapa hal yang menurut kami terasa janggal," kata Bambang kepada TribunPadang.com.
Menurut Bambang, saat pertama kali tiba di lokasi setelah mendapat kabar rumah terbakar sekitar pukul 01.30 WIB, api sudah membakar ruang tamu hingga menjalar ke dapur.
Ia kemudian mendobrak pintu kamar tempat kedua korban biasa tidur. Namun, keduanya tidak ditemukan di dalam kamar. Padahal, menurutnya, kondisi kamar saat itu belum dilalap api.
"Kasurnya seperti habis diobok-obok orang, sudah tidak berbentuk lagi. Tapi mertua saya tidak ada di kamar," ujarnya.
Selengkapnya KLIK DI SINI
Banjir kurang dari satu meter menerjang Jalan Binuang, RT 07/RW 01, kawasan Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Jumat (24/7/2026).
Menurut laporan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Zulhendri, banjir tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 WIB.
"Benar ada banjir pukul 01.20 WIB, laporan kejadiannya baru kami terima sekira pukul 05.00 WIB," ucapnya saat dikonfirmasi.
Kata Zulhendri, banjir yang terjadi dan menggenangi pemukiman warga mencapai ketinggian kurang dari satu meter.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Permukiman di Ngarai Sianok Bukittinggi, 8 Rumah dan Musala Terdampak
Namun banjir tak berlangsung lama, pihak BPBD mencatat hanya sekitar setengah jam dan langsung surut.
"Banjirnya pagi tadi sudah surut, karena kejadiannya hanya 30 menit," sebutnya.
Ia menjelaskan kronologi kejadian meluapnya Sungai Batang Sianok secara mendadak atau tiba-tiba tersebut.
Kejadian itu berkemungkinan akibat penyumbatan yang terjadi di hulu sungai dan terlepas.
Ia menegaskan, saat kejadian tidak ada hujan turun. Sehingga pemicu banjir kata Zulhendri, memang berkemungkinan akibat luapan.
"Penyebabnya, ada yang tersumbat di daerah Guguk, kemungkinan akibat curah hujan yang lebat. Sebelumnya ada Tebing runtuh, lalu air menggenang, jadi lepas genangannya, melimpah ke rumah warga," tuturnya.
Selengkapnya KLIK DI SINI