TRIBUNNEWS.COM - Terpilihnya Jurgen Klopp sebagai pelatih baru Timnas Jerman barangkali sesuai dengan perkiraan banyak pihak.
Sosok Klopp dipandang menjadi opsi yang paling tepat untuk mengembalikan Jamal Musiala dan kawan-kawan ke jalur kemenangan dan kesuksesan.
Pasalnya Jerman memang bukanlah tim sembarangan, baik di level Eropa atau dunia.
Julukan tim spesialis turnamen juga tak sembarangan melekat kepada Der Panzer.
Namun segala keunggulan itu seolah tak berbekas dalam beberapa tahun terakhir.
Fokus tersebut semestinya tak hanya kepada Timnas Jerman yang sedang terperosok.
Perhatian juga mesti tertuju kepada Jurgen Klopp yang memutuskan turun gunung ke dunia kepelatihan.
Pelatih berusia 59 tahun tersebut meninggalkan kenyamanan dan ketenangan beraksi di belakang layar untuk menerima tantangan besar ini.
Baca juga: Jurgen Klopp Resmi Latih Timnas Jerman, Langsung Tegaskan Siap Mundur Kapan Saja
Keputusan Klopp menerima tantangan ini sekaligus menjadi tanda dirinya sudah terisi secara penuh.
Hal itu merujuk pada pernyataan Jurgen Klopp saat meninggalkan Liverpool dan dunia kepelatihan pada 2024 silam.
Ia saat itu mengaku kehabisan energi untuk lanjut melatih.
Setelah dua tahun melakukan recharge energi, Klopp mengaku sudah siap.
Ia sebenarnya juga memimpikan bisa menangani Timnas Jerman nantinya.
Namun ia kala itu masih belum tahu waktu yang tepat untuk melakukannya.
Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Klopp masuk ke Timnas Jerman.
Kondisi Der Panzer yang kocar-kacir membuat tantangan yang dihadapi Klopp tak kalah besar.
"Saya selalu membayangkan pekerjaan melatih Timnas Jerman adalah sesuatu yang sangat besar, tetapi itu semua berubah ketika saya menerima tantangan tersebut," kata Klopp dikutip dari BBC.
"Selama bertahun-tahun saya tak pernah membayangkan berada di posisi ini. Namun seiring waktu, semakin jelas bagi saya bahwa saya akan diminta melakukan pekerjaan ini."
"Sekarang saya pikir adalah waktu yang paling tepat," paparnya.
Klopp memang sudah lama tak melatih setelah berpisah dengan Liverpool.
Namun tangan dingin nan jitu miliknya tak akan sama-sama berdebut seperti topi, kaos, dan celana panjangnya.
Klopp diperkirakan tak akan kesulitan menyesuaikan dengan perkembangan sepak bola saat ini.
Pasalnya dia menjadi salah satu bagian penting yang merevolusi sepak bola di era modern.
Ia hanya perlu menjaring pemain yang tepat untuk bisa mengeksekusi taktik yang dikehendaki nantinya.
Sebelumnya, Julian Nagelsmann resmi mengundurkan diri setelah Jerman tersingkir secara mengejutkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Paraguay.
Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Die Mannschaft lebih cepat sekaligus memperpanjang puasa prestasi mereka di Piala Dunia.
Sebelumnya, Jerman bahkan gagal lolos fase gugur pada edisi Piala Dunia 2018 dan 2022.
Meski sempat menyatakan tidak ingin meninggalkan jabatannya, pelatih berusia 38 tahun itu akhirnya memilih mundur setelah mendapat tekanan menyusul pertemuan selama tiga jam dengan petinggi DFB di Frankfurt.
Keputusan tersebut membuat Nagelsmann tetap memperoleh pesangon sebesar 6 juta poundsterling atau sekitar Rp143 miliar.
DFB kemudian mengonfirmasi telah menerima permintaan pengunduran diri mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.
"Perwakilan pemegang saham dan dewan pengawas DFB GmbH & Co. KG hari ini dengan suara bulat memutuskan, atas usulan Presiden DFB Bernd Neuendorf, untuk segera mengakhiri hubungan kontraktual dengan pelatih tim nasional Julian Nagelsmann."
"Julian Nagelsmann telah meminta untuk dibebaskan dari tugasnya sehari sebelumnya dalam pertemuan dengan pimpinan asosiasi menyusul hasil mengecewakan Piala Dunia FIFA 2026. Permintaan ini telah disetujui oleh perwakilan pemegang saham dan dewan pengawas," lanjut pernyataan tersebut.
(Tribunnews.com/Guruh)