Kisah Pendidik sekaligus Terapis,  Kepsek di Banjarbaru Ini Jalani Dua Profesi sebagai Pengabdian
Hari Widodo July 25, 2026 10:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Dua profesi berbeda dijalani Suadmaji dengan satu tujuan yang sama, yakni melayani dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Saat pagi tiba, Suadmaji berdiri sebagai kepala sekolah (Kepsek) di SDN 1 Landasan Ulin Selatan, yang mengatur jalannya pendidikan, membina guru, dan memastikan proses belajar mengajar berjalan baik.

Begitu jam kerja usai, ia berganti peran menjadi terapis sport massage yang membantu masyarakat mengatasi nyeri, kelelahan, hingga cedera ringan.

Selama bertahun-tahun, namanya dikenal di dunia pendidikan dan olahraga. Di balik kesibukan mendidik dan melatih, Suadmaji melihat persoalan yang sering luput dari perhatian.

Baca juga: Lowongan Kerja Admin, Hair Stylish dan Terapis Kecantikan di Banjarbaru, Dapatkan Beragam Benefit

Banyak atlet mengalami kelelahan fisik, cedera otot, gangguan persendian, sampai kesulitan kembali ke performa terbaik setelah bertanding.

Berawal dari pengetahuan dasar yang diperoleh saat kuliah, ia terus memperkaya kemampuan melalui berbagai pelatihan dan pembelajaran mandiri.

Lambat laun, aktivitas tersebut berkembang menjadi usaha sampingan yang dikenal masyarakat sebagai Arjuna Sport Massage Banjarbaru.

Meski berstatus kepsek, Suadmaji tidak melihat profesi terapis sebagai pekerjaan tambahan semata. Baginya, keduanya merupakan bentuk pengabdian yang saling melengkapi.

“Di sekolah saya membantu membentuk karakter dan masa depan peserta didik, nah setelah itu saya membantu masyarakat menjaga kesehatan dan memulihkan kondisi tubuh mereka,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Ia mengungkapkan saat pertama membuka layanan, ia harus meyakinkan masyarakat bahwa sport massage berbeda dengan pijat konvensional yang selama ini dikenal luas.

Dengan latar belakang pendidikan olahraga, Suadmaji mengedepankan pendekatan berbasis ilmu anatomi, fisiologi, dan kinesiologi.

“Jadi kalau datang itu pelanggan saya bawa diskusi dulu mengenai keluhan yang dirasakan sebelum mendapatkan penanganan,” ungkapnya.

Ada masa ketika pelanggan yang datang masih sangat sedikit. Namun ia memilih bertahan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, promosi terbaik bukanlah iklan yang berlebihan, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika membantu seorang pekerja yang mengalami nyeri berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Ketika seseorang bisa kembali beraktivitas tanpa rasa sakit, di situlah ada kepuasan yang sulit dinilai dengan uang,” katanya.

Kesibukan mengelola sekolah sekaligus menjalankan usaha sampingan tentu menuntut manajemen waktu yang baik.

Walau demikian ia mengaku disiplin yang terbentuk selama menjadi pendidik dan pelatih justru menjadi modal utama dalam menjalani kedua peran tersebut.

Di tengah stigma yang masih melekat terhadap profesi tukang pijat, Suadmaji memilih menjawabnya dengan profesionalisme.

Ia ingin menunjukkan bahwa sport massage merupakan layanan kesehatan berbasis keilmuan yang memiliki manfaat besar bagi kebugaran dan pemulihan tubuh.

“Alhamdulillah jalannya berbeda, tetapi tujuan pengabdiannya tetap sama,” tuturnya.

Baca juga: Posko Haji Embarkasi Di Banjarmasin Layani Dari Aktivasi Paket Hingga Pijat Gratis

Di usia pengabdian yang terus berjalan, Suadmaji membuktikan pekerjaan sampingan bukan sekadar sumber tambahan pendapatan. 

“Kita harus ada ketulusan, dan konsisten, usaha yang dijalankan setelah jam kerja justru menjadi jalan baru untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas lagi,” tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/M Andra Ramadhan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.