Samudra Bekudong'k Luncurkan Program TUMBUH, UMKM Sanggau Dibina Jadi Produk Unggulan Daerah
Syahroni July 25, 2026 11:47 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Komunitas Orang Muda Kabupaten Sanggau, Samudra Bekudong'k, menggelar sosialisasi Indikator Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari sekaligus talk show Program TUMBUH (Tempat UMKM Maju dan Berkelanjutan) di Aula Gedung PKK Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menjaring pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpotensi menjadi Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari.

Dari proses kurasi yang dilakukan, sebanyak 10 UMKM terbaik akan dipilih untuk mengikuti program inkubasi bisnis intensif sebagai persiapan menghadapi agenda Temu Usaha dan Mitra serta Festival Lestari 2026.

Baca juga: Kubu Raya Bidik Pasar Global di BIHAS 2026, Produk UMKM Diminati Pengusaha Malaysia Singapura India

Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Sanggau, Yulius Elto. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program TUMBUH diharapkan mampu melahirkan produk unggulan daerah yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurut Yulius, Festival Lestari 2026 nantinya tidak sekadar menjadi ajang memamerkan produk unggulan daerah, melainkan juga membuka peluang kerja sama bisnis dengan investor maupun mitra usaha.

"Festival ini bukan hanya menjadi showcase produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang temu bisnis dengan investor dan mitra usaha"

Baca juga: Dari Hobi Jadi Cuan, Kisah Yanti Recipe dari Pontianak Sukses Kembangkan UMKM Kuliner

"Karena itu, kesiapan pasokan bahan baku, kualitas produk, serta keberlanjutan proses produksi menjadi faktor penting agar UMKM mampu menghasilkan produk yang berdaya saing melalui kolaborasi berbagai pihak," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Silvester Roy Wiranto, menegaskan bahwa konsep "lestari" dalam pengembangan UMKM tidak hanya dilihat dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari proses usaha yang dijalankan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, proses kurasi akan mengacu pada sejumlah indikator utama, mulai dari orisinalitas produk, potensi pasar, keberlanjutan bahan baku, hingga kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

Baca juga: Wabup Erani Nobar Argentina vs Mesir di Galeri UMKM Landak, Warga Disuguhkan Bubur Pedas Gratis

Silvester juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai keunggulan produk.

Di sisi lain, Project Leader Program TUMBUH, Akhmad Rizaldi, mengatakan bahwa program ini dirancang bukan sekadar melakukan seleksi UMKM, melainkan juga membangun pola pikir pelaku usaha agar lebih siap menghadapi persaingan pasar.

"Melalui program ini, kami ingin membangun ekosistem UMKM yang lebih siap"

"Mulai dari pemahaman konsep Produk Unggulan Daerah, penguatan jejaring, hingga pendampingan menuju business matching. Kami ingin memastikan UMKM Sanggau tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga siap bertemu dengan investor dan pasar yang lebih luas," jelasnya.

Baca juga: FTI Minta Pemda Dukung UMKM Tempe Kalbar, Soroti Produksi hingga Pengelolaan Limbah

Dalam sesi diskusi, para pelaku UMKM turut menyampaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi. 

Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan akses pasar, sulitnya memasarkan produk lokal di daerah sendiri, desain kemasan yang belum kompetitif, keterbatasan bahan kemasan, hingga perlunya diversifikasi produk berbasis sumber daya lokal.

Salah satu pelaku usaha madu kelulut mengungkapkan pentingnya peningkatan promosi agar produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat Sanggau.

Sementara pelaku UMKM lainnya berharap adanya pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan kemasan, strategi pemasaran, serta inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Program TUMBUH (Tempat UMKM Maju dan Berkelanjutan) merupakan inisiatif kolaboratif antara Samudra Bekudong'k, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas UMKM melalui tahapan sosialisasi, kurasi, hingga inkubasi bisnis, sehingga mampu melahirkan Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari yang berdaya saing sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Sanggau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.