8 KDMP di Trenggalek Mulai Beroperasi, 54 Bangunan Sudah Rampung 100 Persen
Rendy Nicko July 25, 2026 11:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Program nasional yang terus dikebut salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ada 8 gerai yang akan mulai beroperasi. Lalu, 54 tercatat sudah rampung 100 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran.

Ia menjelaskan delapan KDMP yang mulai beroperasi tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Dongko, Karangsuko Tugu, serta Munjungan.

Kendati sudah mulai menjalankan usaha, Saniran mengatakan operasional koperasi tersebut belum sepenuhnya stabil.

Baca juga: Sekolah Rakyat Tulungagung Segera Dibangun? Kementerian PU Survei Lahan 5,2 Hektare di Ringinpitu

Menurutnya, sejumlah kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN), seperti Bulog dan PT Pos Indonesia, masih menunggu implementasi kebijakan pemerintah sehingga belum berjalan optimal.

"Banyak yang sudah kami jaringkan dengan BUMN, seperti Bulog, kantor pos, dan BUMN lainnya. Namun masih menunggu kebijakan pemerintah sehingga perkembangannya masih fluktuatif," imbuhnya.

Saniran menilai koperasi yang terbentuk melalui penggabungan memiliki peluang lebih cepat berkembang karena sebelumnya telah memiliki usaha yang berjalan.

"Kalau koperasi gabungan memang sudah punya usaha sejak awal sebelum menjadi KDMP, sehingga aktivitasnya tinggal dilanjutkan," akuinya.

Akan tetapi, Saniran mengaku sampai saat ini baru delapan koperasi yang mulai beroperasi, meski aktivitasnya masih fluktuatif karena menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah.

Beliau mencatat sesuai data terakhir yang dihimpun bersama Kodim, sebanyak 54 KDMP telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

"Terakhir yang kami cocokkan ke Kodim itu sekitar 54 yang sudah 100 persen pembangunan. Tetapi jumlahnya terus berkembang karena proses pengerjaan juga masih berjalan," bebernya.

Pria berkacamata ini mengulas meski demikian, koperasi yang sudah menjalankan aktivitas usaha masih terbatas.

"Yang sudah beroperasi kemarin ada delapan, tetapi masih fluktuatif karena juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah," ujarnya.

Diskomidag Trenggalek mengaku sejumlah daerah lain sudah lebih dulu mengoperasikan KDMP karena menggunakan skema penggabungan koperasi yang telah lebih dulu eksis.

Melalui model tersebut, koperasi tinggal berganti identitas menjadi Koperasi Desa Merah Putih tanpa harus memulai usaha dari nol.

"Di daerah lain mayoritas bukan koperasi baru, tetapi penggabungan koperasi yang sudah ada. Jadi mereka tinggal membranding menjadi Koperasi Desa Merah Putih," jelasnya.

Beliau menambahkan, sesuai ketentuan dalam Instruksi Presiden (Inpres), pembentukan KDMP memang dapat dilakukan melalui penggabungan berbagai jenis koperasi yang telah berjalan sebelumnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.