Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Sediakan Layanan Panggul Gratis Bagi Wisatawan yang Kelelahan
Haorrahman July 25, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Pengelola wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyediakan layanan panggul atau gendong gratis bagi wisatawan yang kelelahan saat kembali dari dasar Sungai Glidik.

Layanan tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung, khususnya mereka yang tidak lagi memiliki tenaga untuk menaiki tangga curam setelah menikmati keindahan air terjun.

Air Terjun Tumpak Sewu menawarkan dua cara menikmati panorama. Wisatawan dapat menyaksikan pemandangan air terjun dari area panorama di atas, atau turun hingga ke dasar Sungai Glidik untuk melihat langsung tirai air terjun dari dekat.

Bagi wisatawan yang memilih rute kedua, perjalanan harus ditempuh dengan menuruni tangga yang menyusuri tebing hingga ke dasar sungai. Saat perjalanan pulang, pengunjung kembali melewati jalur yang sama dengan medan menanjak yang cukup menguras tenaga.

Baca juga: Bolos Selama Satu Bulan, Anggota Polres Lumajang Dipecat

Dalam kondisi tertentu, petugas pengelola akan memanggul wisatawan melewati tangga curam hingga kembali ke area atas apabila mereka tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Pengelola Air Terjun Tumpak Sewu, Ciko, mengatakan layanan tersebut bukanlah jasa berbayar, melainkan bentuk kepedulian pengelola terhadap keselamatan wisatawan.

"Layanan ini gratis, kami tidak meminta upah ke pengunjung yang kami bantu," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Ciko, keberadaan layanan tersebut bertujuan memastikan seluruh wisatawan dapat menikmati keindahan Air Terjun Tumpak Sewu dengan aman hingga kembali ke titik awal perjalanan.

"Jadi ini bukan jasa yang kami sediakan, tapi ini layanan kami agar wisatawan bisa menikmati air terjun dan kembali dengan selamat," katanya.

Baca juga: Pariwisata Makin Bergairah, Penginapan Bernuansa Alam Menjamur di Sekitar Tumpak Sewu Lumajang

Ia menjelaskan, hanya sebagian kecil wisatawan yang membutuhkan bantuan tersebut. Dari sekitar 500 pengunjung, rata-rata hanya dua hingga tiga orang yang kelelahan dan tidak mampu menaiki tangga secara mandiri.

"Paling dari 500 wisatawan hanya 2-3 yang tidak kuat. Yang seperti ini kan tidak mungkin kami biarkan begitu saja, jadi kami bantu untuk naik," jelas Ciko.

Meski demikian, pengelola tetap mengimbau wisatawan yang ingin turun hingga ke dasar Sungai Glidik agar mempersiapkan kondisi fisik dengan baik. Jalur menuju dasar air terjun memiliki banyak anak tangga dan membutuhkan stamina yang cukup, terutama saat perjalanan kembali ke atas.

"Kami ingin menjaga semua wisatawan agar bisa menikmati air terjun yang indah ini agar bisa pulang dengan bahagia dan menikmati betul keindahan Tumpak Sewu," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.