Targetkan Selesai Desember 2026, Wamendikdasmen Resmikan Pembangunan TK Aisyiyah di Bantul
Hari Susmayanti July 25, 2026 01:05 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Pusat resmi memulai program revitalisasi satuan pendidikan di TK Aisyiyah Pembina Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Proyek bernilai sekitar Rp1,4 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan ke depan.

Dimulainya proyek perbaikan fasilitas pendidikan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, pada Jumat (24/7/2026) siang.

Fajar Riza Ul Haq menegaskan, kehadirannya secara langsung di Bantul adalah untuk mengawal pelaksanaan proyek sekaligus memastikan kualitas pembangunan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami memastikan pelaksanaan revitalisasi tahun ini yang sudah mulai berjalan di banyak tempat, termasuk di Banguntapan ini. Kami punya komitmen untuk terus mengawal dan tentunya bersinergi dengan pimpinan daerah," ujar Fajar kepada awak media.

Wamen menekankan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat menyasar seluruh golongan tanpa membeda-bedakan status sekolah.

Pihaknya terus memperkuat sinergi dengan kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan, termasuk organisasi seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Menurutnya, porsi bagi sekolah swasta akan terus didorong secara proporsional. Terlebih secara faktual, keberadaan sekolah swasta di Indonesia mendominasi hingga 60 persen dari total keseluruhan sekolah.

"Bahkan di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, sebanyak 69 persen sekolah adalah swasta. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa bersinergi dengan swasta, rasanya berat bagi kita untuk melakukan perbaikan ekosistem pembelajaran secara nasional. Tahun lalu saja, porsi sekolah swasta yang mendapat revitalisasi mencapai 23 persen dari total nasional," terangnya.

Baca juga: Ketua DPRD DIY Nuryadi Tinjau Pembangunan Talud di Gunungkidul, Siap Dukung Pelebaran Jalan Sawahan

Selain meninjau pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memastikan kesiapan tahun akademik baru serta efektivitas pemanfaatan papan interaktif digital bagi para siswa, termasuk di wilayah DIY.

Lebih jauh, Fajar mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan alokasi besar untuk perbaikan 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan nilai mencapai Rp80 triliun.

Jumlah tersebut menambah alokasi sebelumnya sebesar Rp11 triliun, sehingga total anggaran revitalisasi sekolah nasional tahun ini hampir menyentuh angka Rp90 triliun.

Meski begitu, untuk data pasti jumlah sekolah penerima di DIY, pihaknya masih terus melakukan pendataan berkesinambungan.

"Untuk DIY angkanya terus berkembang karena ada sekolah yang baru melakukan bimbingan teknis (bimtek) atau baru mulai. Paling tidak satu atau dua bulan ke depan datanya baru bisa kita lihat secara rinci, sebab seluruh proyek revitalisasi ini ditargetkan selesai pada Desember 2026," jelasnya.

Fajar menambahkan, penerima bantuan revitalisasi ini ditargetkan secara ketat pada tiga prioritas utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di daerah terdampak bencana, serta sekolah di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Bantul Dapat Alokasi Rp12,8 Miliar untuk 28 PAUD dan TK

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyambut positif program kementerian tersebut.

Ia membeberkan bahwa tahun ini Kabupaten Bantul menerima alokasi APBN sebesar Rp12,8 miliar yang difokuskan untuk merevitalisasi 28 PAUD dan TK.

"Sebagian besar bentuknya perbaikan gedung. Namun, khusus di TK Aisyiyah Pembina Banguntapan ini berupa pembangunan ruang kelas baru. Kerusakan fasilitas sekolah di Bantul memang cukup merata karena rata-rata usia bangunannya sudah tua, terutama yang dibangun pascagempa 2006 lalu," kata Nugroho.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan pemerintah yang dialokasikan ke TK Aisyiyah Pembina di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan tersebut.

"Tahun ini kami diberi amanah oleh pemerintah untuk merevitalisasi satuan pendidikan di Banguntapan. Penambahan fasilitas kelas baru ini diharapkan semakin memperkuat peran Aisyiyah dalam mencetak generasi unggul demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tutur Salmah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.