TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya sopir dan penumpang Alphard yang viral buka suara soal aksinya mengintimidasi satpam bundaran HI bernama Victor Harefa.
Tak cuma itu, sopir dan penumpang Alphard itu juga menceritakan kronologi kejadian saat mereka bertiga mengancam hingga membuat Victor bersujud di hadapan mereka pada Rabu (22/7/2026) lalu.
Pengakuan itu diurai ketiganya saat bertemu dengan Victor Harefa di Mapolsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026) kemarin.
Sopir dan penumpang Alphard itu mendatangi kantor polisi guna pemeriksaan dan mediasi dengan satpam yang diancamnya.
Seperti diketahui, sopir dan penumpang Alphard itu sempat viral karena melanggar aturan lalu lintas yakni menerobos lampu merah.
Bukannya merasa bersalah, sopir Alphard tersebut justru mengintimidasi satpam karena tidak terima ditegur.
Mereka bertiga malah membawa Victor ke Pos Polisi lalu mengancam bakal melaporkan ke pihak vendor agar Victor dipecat.
Hal itulah yang membuat Victor ketakutan hingga bersujud di kaki sopir dan penumpang Alphard tersebut.
Atas peristiwa tersebut, sopir dan penumpang Alphard itu mengakui semua kesalahannya.
Dalam proses mediasi, mereka bertiga tak membantah telah mengintimidasi Victor.
Namun ditegaskan oleh ketiganya, mereka tidak melakukan pemukulan, melainkan hanya menarik kerah baju Victor.
"Memang tidak ada pemukulan. Hanya memang pada terakhir kali begitu keluar dari itu ada pegangan kerah baju oleh salah satu, dan itu tidak dipukul hanya ditarik," kata Wiradarma Harefa, pengacara Victor Harefa dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, ketiganya juga mengaku sempat menyuruh Victor push up.
Tapi hal itu urung dilakukan karena Victor tangannya sedang sakit serta belum makan dari pagi.
"Karena yang bersangkutan (Victor) sedang tangannya lagi ada pengobatan dan dia juga dari pagi memang tidak makan, jadi tidak bisa (push up)," pungkas Wira.
Selain minta maaf, sopir dan penumpang Alphard itu juga bersujud di kaki Victor.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas perbuatannya mengintimidasi Victor.
Tapi ditegaskan oleh Wira, kliennya tidak meminta sama sekali agar ketiga orang tersebut gantian sujud di kakinya.
"Si Victor tadi tidak meminta itu, tapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan begitu. Kesadaran penyesalan, ya melakukan juga hal yang sama, sujud di hadapan (Victor)," ungkap Wira.
Adapun terkait identitas ketiganya, Wira menyebut sopir dan pengemudi Alphard tersebut memang merupakan anggota kepolisian.
Karenanya setelah proses mediasi dan perdamaian, ketiganya langsung diperiksa oleh Propam Polda Jabar.
"Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu 'kami anggota', iya. Dan saat ini juga mengakui mereka anggota. Cuma makanya ini hari ini juga mereka sudah dijemput (oleh Polda Jabar) dan hari ini dijaga di atas ya, ada yang memeriksa," imbuh Wira.
Baca juga: Identitas Sopir Alphard Arogan Cekcok dengan Satpam Terkuak, Pramono Anung Pasang Badan Bela Victor
Sementara itu terkait dengan perdamaiannya dengan sopir Alphard tersebut, Victor buka suara.
Victor mengaku puas dengan permintaan maaf sang sopir serta aksinya gantian sujud di hadapannya.
Faktor itulah yang membuat Victor akhirnya bersedia berdamai.
"Hari ini mereka telah mengakui kesalahan yang mereka perbuat kepada saya pada saat kejadian tersebut dan saya pribadi puas dengan pengakuan dan cara mereka meminta maaf kepada saya," kata Victor di akun thread-nya, dilansir TribunnewsBogor.com, Sabtu (25/7/2026).
"Dengan ini tidak ada dendam yang masih tersimpan di hati, karena kami telah menyelesaikan secara kekeluargaan," sambungnya.
Tak mau memperpanjang perkara, Victor mengurai kata-kata bijak.
Victor mengaku ogah berbuat jahat kepada orang lain.
"Buat apa berbuat jahat ke orang kak,kita juga cuman sementara di dunia ini," ujar Victor.
Terlebih diakui Victor, ia lega karena tidak jadi dipecat dan masih bisa bekerja.
"Aman kita masih kerja, makanya ini sudah selesai dari saya,fokus kerja lagi kita," kata Victor.