Viral di TikTok, Wisatawan Diminta Bongkar Camping Pukul 08.00 Pagi di Pantai Mutiara Trenggalek
Samsul Arifin July 25, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Video seorang wisatawan yang mengeluhkan diminta membongkar tenda camping pada pagi hari di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, viral di media sosial TikTok.

Unggahan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet, mulai dari yang menyayangkan kurangnya informasi dari pengelola hingga yang menilai aturan tersebut wajar demi kenyamanan pengunjung lain.

Video berdurasi 53 detik yang diunggah akun TikTok @iman_bukanimam itu memperlihatkan suasana Pantai Mutiara saat pagi hari.

Dalam video tersebut, pengunggah mengaku diminta membereskan tenda sekitar pukul 08.15 WIB ketika kawasan pantai mulai dipadati wisatawan.

"Ini tuh masih jam 08.00 pagi waktu Trenggalek. Ini aku lagi camping di Pantai Mutiara. Terus ini sekarang aku harus sudah bersih-bersih, sudah beres-beresin tenda," ujar @iman_bukanimam, dikutip TribunMataraman.com, Sabtu (25/7/2026).

Wisatawan tersebut menjelaskan bahwa tenda yang digunakan merupakan miliknya sendiri. Ia mengaku tidak mempermasalahkan aturan tersebut apabila sejak awal telah diinformasikan oleh pengelola.

"Loh kalau misalnya waktu ngecamping itu batasnya cuma sampai jam 08.00 pagi. Kayak gitu."

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sengaja begadang untuk menikmati suasana alam saat berkemah.

"Lu bayangin kalau misalnya lagi habis bergadang gitu ya, semalam enggak mungkin kan yang namanya kita lagi ngecamping itu enggak bergadang karena kan kita menikmati alam sekitarnya," keluhnya.

Di akhir videonya, ia menyatakan tidak berencana kembali berkemah di lokasi tersebut.

"Ini ya enggak apa-apa, ya udahlah maksudnya kayak cukup tahu aja. Ini hari Minggu dan kondisi Pantai Mutiara tuh kayak gini kalau Minggu. Yah, begitulah. Apakah aku akan datang lagi? Tidak. Cukup sekali, terima kasih," tambahnya.

Baca juga: 8 Koperasi Desa Merah Putih di Trenggalek Mulai Beroperasi, 54 Lainnya Rampung 100 Persen

Warganet Terbelah Soal Aturan Camping

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar beragam dari warganet. Sebagian menilai pengelola seharusnya memberikan informasi yang jelas mengenai batas waktu camping kepada setiap pengunjung.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai aturan membongkar tenda pada pagi hari merupakan hal yang wajar mengingat area Pantai Mutiara memiliki bentang pantai yang relatif sempit dan ramai saat akhir pekan.

Salah satu warganet berpendapat bahwa pembatasan waktu diperlukan agar seluruh pengunjung dapat menikmati kawasan pantai.

"Jam 8 dah wajar, rata-rata di pantai lain jam 7 sudah diingatkan untuk kemas-kemas. Lokasi pantainya kan sempit kalo tidak ada batas memasang tenda pasti bakal penuh tenda. Kasian juga pengunjung yang lain tidak kebagian tempat," tulis akun @Keendy.

Sementara warganet lain menilai kedua belah pihak sama-sama memiliki kekurangan dalam komunikasi.

Ada pula yang memberikan rekomendasi lokasi camping alternatif di Trenggalek.

"Mending di Pantai Kebo Munjungan Trenggalek juga. Bagus pantainya, view-nya oke. Mau camping luas banget tempatnya dan loss," komentar akun @TeguhEdy.

Dispar Trenggalek: Pantai Mutiara Dikelola Pokdarwis

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan terkait kronologi maupun aturan camping yang berlaku di Pantai Mutiara.

Menurut Toni, pengelolaan kawasan wisata tersebut berada di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut), sehingga masing-masing memiliki tata tertib yang disusun secara mandiri.

"Ngapunten (mohon maaf) mas, untuk Pantai Mutiara dikelola Pokdarwis dan Gapoktanhut. Mereka punya tata tertib sendiri," ujar Toni.

Ia menyarankan agar konfirmasi mengenai aturan batas waktu camping maupun kebijakan pengelolaan disampaikan langsung kepada pihak pengelola Pantai Mutiara untuk memperoleh penjelasan secara utuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.