Dua Wisatawan Jakarta Terkesan dengan Kedamaian dan Toleransi Fakfak
Hans Arnold Kapisa July 25, 2026 01:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dua wisatawan asal Jakarta, Ahmad Fedullah dan Adi Yuwono, mengaku terkesan dengan suasana damai yang mereka rasakan saat pertama kali berkunjung ke Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Namun setibanya di Bandara Siboru Fakfak, kesan itu langsung berubah.

“Kami merasakan keramahan orang-orang Papua di Fakfak, jauh dari bayangan di televisi bahwa Papua penuh kekerasan,” ujar Ahmad Fedullah.

Ahmad mengaku kaget melihat kehidupan masyarakat Fakfak yang beragam.

Ia mendapati banyak perempuan berhijab, keberadaan sekolah-sekolah Islam, hingga suasana religius dengan lantunan adzan dan tarhim yang terdengar bebas melalui pengeras suara.

Baca juga: Ali Hindom: Fakfak Jadi Contoh Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia

“Soal toleransi dan cinta kasih harus mencontoh Fakfak. Walau Papua dikenal mayoritas non-Muslim, di sini adzan tidak diperdebatkan. Ini luar biasa,” katanya.

Adi Yuwono menambahkan, Fakfak memiliki komposisi masyarakat yang multikultural.

Ia bertemu warga dari berbagai daerah Nusantara yang hidup berdampingan tanpa sekat.

Filosofi Satu Tungku Tiga Batu yang menjadi simbol toleransi masyarakat Fakfak, menurutnya benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua wisatawan itu berharap media lebih banyak menampilkan sisi damai Papua, bukan hanya konflik.

“Tidak semua daerah di Papua penuh kekerasan. Fakfak justru mengajarkan nilai toleransi dan cinta kasih,” pesan Ahmad dan Adi.

Mereka menegaskan, pengalaman langsung di Fakfak membuktikan bahwa Papua memiliki wajah lain yang penuh kedamaian dan layak dikunjungi tanpa rasa takut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.