PROHABA.CO - Serai selama ini dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang hampir selalu hadir dalam berbagai masakan Indonesia.
Aroma khasnya membuat hidangan menjadi lebih sedap dan segar.
Namun, di balik fungsinya sebagai penyedap masakan, serai juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.
Tanaman herbal ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti antioksidan, flavonoid, serta memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi.
Tak heran jika serai juga kerap diolah menjadi minuman herbal, salah satunya teh serai yang dipercaya memberikan efek menenangkan sekaligus menyehatkan.
Berikut lima manfaat potensial serai yang telah diteliti dalam berbagai penelitian.
Serai mengandung quercetin, yaitu senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Kandungan ini berperan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh akibat paparan radikal bebas.
Selain itu, quercetin juga disebut berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker serta membantu menjaga kesehatan jantung.
Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Baca juga: Inilah Manfaat Serai, Kunyit, Lengkuas dan Jahe, Simak Tips Sehat dr Zaidul Akbar
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai memiliki kemampuan melawan bakteri, termasuk Escherichia coli (E. coli).
Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, infeksi saluran kemih, hingga pneumonia.
Sifat antimikroba pada serai dinilai mampu membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, terutama pada saluran pencernaan.
Namun, serai tidak dapat menggantikan pengobatan medis apabila seseorang mengalami infeksi bakteri.
Sebuah penelitian pada 2011 yang melibatkan 72 pria menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi teh serai atau teh hijau mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara moderat dan memiliki denyut jantung lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, tinjauan sejumlah penelitian pada 2021 juga menunjukkan bahwa ekstrak maupun minyak esensial serai memiliki efek antihipertensi, baik pada penelitian terhadap hewan maupun manusia.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan konsumsi serai dalam membantu mengendalikan tekanan darah.
Baca juga: 5 Cara Melindungi Kesehatan Saat Kualitas Udara Memburuk
Serai juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung.
Di beberapa negara Afrika, tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional untuk penyakit jantung koroner.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak serai selama tujuh hari mampu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi secara signifikan.
Walaupun demikian, bukti ilmiah pada manusia masih terbatas sehingga manfaat ini belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Teh serai sering dijadikan minuman herbal atau teh detoks karena dipercaya mampu membantu mempercepat metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan.
Meski begitu, sebagian besar klaim mengenai manfaat serai untuk menurunkan berat badan masih didasarkan pada pengalaman individu dan belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, mengganti minuman manis dengan teh herbal seperti teh serai dapat membantu mencapai tujuan penurunan berat badan.
Namun, penurunan berat badan tetap bergantung pada pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Namun, hindari minum teh serai secara terus-menerus dan menganggapnya sebagai “obat” penurun berat badan.
Berbagai manfaat serai yang disebutkan di atas masih bersifat potensial dan tidak dapat dijadikan sebagai pengganti pengobatan medis.
Mengonsumsi serai dalam jumlah wajar, baik sebagai bumbu masakan maupun minuman herbal, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Dengan demikian, manfaatnya dapat diperoleh secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Baca juga: 5 Manfaat Susu Kedelai bagi Kesehatan, Kaya Nutrisi, Baik untuk Jantung dan Cocok untuk Diet
Baca juga: Lima Menu Sarapan Penyebab Peradangan, Yuk Kita Intip Apa Saja
Sumber: TribunHealth.com