PROHABA.CO, BANDA ACEH - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh membeberkan fakta mengejutkan terkait peta mutu pendidikan tinggi swasta di Tanah Rencong.
Hingga pertengahan 2026, tercatat belum ada satu pun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Aceh yang berhasil meraih akreditasi Unggul.
Tak hanya pada level institusi, pada tingkat program studi (prodi) pun jumlahnya masih terbilang minim.
Dari ratusan prodi yang tersebar di berbagai kampus swasta, baru 18 program studi yang sukses meraih akreditasi Unggul tersebut.
Kondisi tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., saat membuka Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Badan Penyelenggara PTS dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se-Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Kamis (23/7/2026).
Forum strategis ini diikuti oleh 69 pimpinan PTS beserta badan penyelenggara di bawah naungan LLDikti Wilayah XIII.
Dalam pidato pembukaannya, Rizal Munadi menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi di Aceh saat ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks dan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Wagub Aceh Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS
Selain persoalan akreditasi kampus yang belum ada berpredikat Unggul, ketimpangan juga terlihat jelas pada kualifikasi akademis para pengajar.
Dari total 3.525 dosen swasta yang berada di bawah binaan LLDikti Wilayah XIII, jumlah dosen yang sudah mencapai jabatan fungsional Guru Besar (Profesor) masih sangat terbatas.
"Saat ini LLDikti Wilayah XIII membina sebanyak 3.525 dosen.
Namun, baru sembilan dosen yang berhasil mencapai jabatan fungsional guru besar.
Data ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, dan mutu akademik agar semakin kompetitif," ujar Rizal di hadapan puluhan pimpinan kampus.
Ia menambahkan, Raker tahunan ini dirancang sebagai wadah memperkuat sinergi serta menyelaraskan langkah bersama untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berkualitas dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Tekan Penularan HIV, Pemko Banda Aceh Gelar Edukasi dan Skrining untuk 500 Pelajar SMK
Untuk memberikan arah kebijakan yang jelas, LLDikti Wilayah XIII menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yaitu Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr Fauzan Adziman ST MEng, serta Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Dr Mukhamad Najib STP MM.
Untuk sesi pertama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan riset dan pengembangan sebagai fondasi transformasi pendidikan tinggi.
Menurutnya, Perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
Hasil riset tidak boleh berhenti hanya pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil bangsa," papar Fauzan.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M., membawakan materi bertajuk Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia.
Ia menggarisbawahi pentingnya peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi melalui tata kelola yang baik, penguatan riset dan inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, kunci daya saing kampus swasta terletak pada transparansi pendidikan tinggi, harus mampu melahirkan perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui momentum Raker ini, LLDikti Wilayah XIII secara terbuka mengajak seluruh pimpinan PTS di Aceh untuk mengoptimalkan berbagai program penguatan kelembagaan, meningkatkan kualitas dosen, memperbanyak jumlah guru besar, mempercepat pencapaian akreditasi Unggul, serta memperkuat budaya riset dan inovasi.
Sinergi kokoh antara LLDikti Wilayah XIII, badan penyelenggara, dan pimpinan PTS diharapkan mampu memicu lompatan kualitas pendidikan tinggi swasta di Aceh sehingga lebih adaptif, berdaya saing nasional, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
(Yarmen Dinamika)
Baca juga: Universitas Almuslim Raih Predikat PTS Terbaik Se-Aceh 2025
Baca juga: Kebakaran Lahan 500 Meter Persegi Terjadi di Kompleks Arun Lhokseumawe, Diduga Dipicu Cuaca Panas