Paris (ANTARA) - Kebakaran hutan besar melanda di Gironde, Prancis barat daya, menghanguskan lebih dari 14.000 hektare dan memaksa evakuasi terhadap lebih dari 110.000 orang, kata Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez, Jumat (24/7) malam.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis TF1, Nunez menyebut kebakaran itu sebagai peristiwa yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dan bahwa skalanya jauh melampaui kebakaran hutan yang terjadi pada 2023.
Dia juga mengumumkan bahwa Bandar Udara Bordeaux telah ditutup dan sumber daya militer akan dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman kebakaran.
Kebakaran hutan itu mulai terjadi pada Selasa (21/7) di dekat Teluk Arcachon di Gironde, dan terus meluas di tengah angin kencang serta kondisi kering.
Sebelumnya pada Jumat, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis telah meminta aktivasi Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa (European Union Civil Protection Mechanism/UCPM) karena kebakaran hutan terus meluas di seluruh negeri.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Macron mengatakan situasi kebakaran hutan masih sangat mengkhawatirkan, terutama di Gironde. Dia menambahkan bahwa Prancis dalam waktu dekat akan menerima bantuan pemadaman kebakaran melalui udara dari Kroasia, Portugal, Republik Ceko, dan Slovakia.
Prancis saat ini tengah berupaya mengatasi 32 kebakaran hutan yang masih aktif. Sejak awal tahun, lebih dari 50.000 hektare lahan telah terbakar di seluruh negeri, lapor harian Le Figaro pada Jumat dengan mengutip pernyataan Nunez.





