TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP- Ada sosok pengusaha di Kabupaten Sidrap yang kisah hidupnya tak hanya menarik, tetapi juga layak menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Ia adalah Hasnawi Wahid, Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Provinsi Sulawesi Selatan.
Dengan kaos polo putih dipadukan topi hitam bertuliskan New York Yankees, Hasnawi menyambut Tribun-Timur.com di ruang kerja penggilingan padinya di Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sabtu (25/7/2026) untuk berbagi cerita kehidupannya.
Lahir di Sidrap pada 16 Juli 1967, Hasnawi kini berusia 59 tahun.
Usia itu menjadi saksi perjalanan panjang yang menempa kedewasaan hidup sekaligus mengantarkannya meraih kesuksesan dalam berkarier.
Saat bercerita tentang kisah di balik kesuksesannya, nada bicaranya tenang, ingatannya seolah kembali ke puluhan tahun silam.
Dari perjalanan panjang itulah, kini berdiri usaha penggilingan padi yang terus berkembang.
Usaha itu menjadi kelanjutan dari bisnis keluarga yang kini ikut menopang industri perberasan di Sulawesi Selatan.
Baca juga: Siswi SMA Negeri 1 Sidrap Masuk Anggota Paskibraka Provinsi Sulsel 2026
Tidak banyak yang tahu, Hasnawi pernah meninggalkan kampung halamannya demi mengejar karier di Jakarta.
Saat itu, ia baru menyelesaikan pendidikan Teknik Mesin di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Ilmu yang dipelajarinya menjadi semakin dekat dengan dunia penggilingan padi.
Namun, ia tidak langsung menjadi penerus usaha orang tuanya di Sidrap, tetapi ilmunya ia pakai untuk membangun usaha perbengkelan.
Tahun berganti, Hasnawi muda ingin menguji mental dan kemampuannya di tempat yang lebih tinggi.
Ia memutuskan mencari pengalaman kerja di ibu kota Jakarta, sebuah tekad yang benar-benar menjadi inspirasi bahwa ilmu bisa membawa seseorang ke manapun ia inginkan.
Kesempatan itu membawanya bergabung dengan PT Daekyung Indah Heavy Industry di Cilegon, Banten.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa alat berat untuk industri minyak, gas, petrokimia, dan kimia.
Di sana, Hasnawi dipercaya menjabat sebagai Leader Engineer.
Jabatan itu menjadi pencapaian yang cukup membanggakan di usianya yang masih muda.
Ia memimpin tim dan bekerja bersama para ahli mesin selama beberapa tahun.
Kariernya terus berkembang.
Namun, ketika banyak orang mengejar posisi yang lebih tinggi, Hasnawi justru mengambil keputusan berbeda.
Di usia sekitar 30 tahun, ia memilih mengundurkan diri.
Ia memutuskan pulang ke Sidrap.
Keputusan itu bukan karena kehilangan pekerjaan.
Ia juga tidak sedang menghadapi masalah di tempat kerja.
Hasnawi mengaku sengaja meninggalkan kariernya untuk meneruskan usaha orang tuanya.
"Saya tidak mau waktu saya habis bekerja dengan orang lain. Saya yakin Allah akan memberikan jalan rezeki. Karena itu saya pulang kampung melanjutkan usaha orang tua," ujarnya.
Keputusan itu ternyata bukan akhir dari perjuangan.
Justru setelah kembali ke Sidrap, ia harus belajar dari nol untuk memahami dunia pertanian dan juga usaha penggilingan padi.
Meski latar belakangnya sebagai sarjana teknik mesin dan seorang leader engineer di perusahaan besar, ia tetap belajar kembali memahami seluk-beluk penggilingan padi.
Sedikit demi sedikit ia mempelajari proses produksi, perdagangan beras, hingga cara mengelola usaha.
Proses itu membutuhkan waktu.
Tidak semuanya berjalan mulus.
Namun, pengalaman selama bekerja di perusahaan besar menjadi bekal untuk membangun manajemen usaha yang lebih baik.
Usaha keluarga pun berkembang dan kini ia memimpin usaha penggilingan padi tersebut.
Dari pengalaman tersebut, kini ia dipercaya memimpin organisasi yang menghimpun seluruh pengusaha beras.
Hasnawi kemudian dipercaya memimpin Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Sidrap sejak 2013.
Kepercayaan itu terus berlanjut pada periode 2017-2022 dan 2022-2029.
Di tingkat provinsi, ia juga dipercaya menjadi Ketua DPD Perpadi Sulawesi Selatan sejak 2020.
Bagi Hasnawi, jabatan itu bukan soal kehormatan.
Menurutnya, menjadi pengurus Perpadi berarti siap melayani para pelaku usaha.
"Kami di Perpadi tidak digaji. Jadi siapa yang mau memimpin harus bekerja dengan ikhlas untuk orang banyak," katanya.
Tak hanya usaha penggilingan padi, Hasnawi Wahid juga membangun industri pabrik rak telur sejak 2018.
Mesin-mesin dan teknologi yg dibangun adalah buatan mereka sendiri, mulai dari gudang pabrik sampai mesin produksi yang kinerja mesinnya adalah semi automatis.
Keterlibatannya ikut membangun sektor peternakan ayam petelur di Sidrap dan sekitarnya.
Di balik kesibukannya sebagai pengusaha, Hasnawi adalah sosok kepala keluarga.
Ia hidup bersama istrinya, Yayah Srimulya Ningsih.
Hasnawi dan Yayah dikaruniai empat orang anak, yakni dua laki-laki dan dua perempuan.
Ia bekerja tidak hanya untuk keluarganya semata tetapi juga bekerja untuk banyak orang.
Di tengah kesibukan mengurus usaha dan organisasi, ada satu kebiasaan yang tidak pernah ia tinggalkan.
Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas, ia selalu berdoa.
Ia mengaku membacakan Al-Fatihah untuk dirinya sendiri.
Menurutnya, doa menjadi kekuatan terbesar dalam menjalani kehidupan.
"Ketika bangun pagi saya mendoakan diri saya sendiri. Saya meminta sebanyak-banyaknya kepada Allah karena saya yakin Allah Maha Mendengar," tuturnya.
Ia bahkan masih mengingat doa sederhana yang pernah dipanjatkannya bertahun-tahun lalu.
Saat itu, ia hanya berharap memiliki sebuah mobil bekas.
Tidak lama berselang, keinginannya benar-benar terwujud.
Pengalaman itu membuat keyakinannya semakin kuat.
Baginya, setiap usaha harus dibarengi doa.
Hasnawi menilai kesuksesan tidak hanya diukur dari besarnya perusahaan atau banyaknya aset yang dimiliki.
Menurutnya, seseorang akan merasa berhasil ketika tetap bersyukur, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Prinsip itulah yang hingga kini terus dipegangnya, sejak meninggalkan ruang kerja seorang insinyur di Cilegon hingga kembali membangun usaha penggilingan padi di tanah kelahirannya, Sidrap (*)
Profil Singkat:
Nama: Ir. H. Hasnawi Wahid
TTL: Sidrap, 16 Juli 1967
Usia: 59 Tahun
Istri: Yayah Srimulya Ningsih
Anak: 2 Perempuan dan 2 Laki-Laki
Karir:
- Periode Pertama (2013–2018): Memimpin organisasi pengusaha penggilingan beras di Kabupaten Sidrap.
- Periode Kedua (2017–2022): Terpilih kembali untuk masa jabatan kedua
- Periode Ketiga (2024–sekarang): Kembali terpilih secara sah melalui forum Musyawarah Cabang (Muscab/Muscablub) Perpadi Sidrap
- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2020 - sekarang.
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
KETUA PERPADI-Hasnawi Wahid, Ketua Perpadi Sulsel saat ditemui di kawasan penggilingan padinya, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sabtu (25/7/2026).
Hasnawi Wahid adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Ketua Perpadi Sidrap.