Akuisisi Warner Bros Discovery Ditunda, Paramount Skydance Terancam Rugi 1,7 Miliar Dolar AS
Tiara Shelavie July 25, 2026 05:37 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance senilai 110 miliar dolar AS resmi ditunda.

Kedua perusahaan sepakat menunggu putusan pengadilan atas gugatan antimonopoli yang diajukan 12 negara bagian di Amerika Serikat.

Penundaan itu disepakati setelah sejumlah negara bagian menggugat merger tersebut dengan alasan penggabungan dua raksasa media itu berpotensi mengurangi persaingan di industri hiburan dan membatasi pilihan konsumen.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Paramount dan Warner Bros Discovery sepakat menunda penyelesaian transaksi hingga lima hari setelah hakim memutus perkara, atau paling lambat 1 Juni 2027, mana yang lebih dahulu tercapai.

Keputusan itu membuat Paramount menghadapi risiko finansial yang tidak kecil, Al Jazeera melaporkan.

Jika akuisisi belum rampung hingga batas waktu tersebut, perusahaan berpotensi membayar biaya yang telah disepakati kepada pemegang saham Warner Bros Discovery hingga 1,7 miliar dolar AS.

Selama proses penundaan berlangsung, Paramount juga diperkirakan harus menanggung biaya sekitar 7 juta dolar AS per hari.

Juru bicara Paramount menegaskan perusahaan tetap optimistis dapat memenangkan perkara tersebut.

"Kami berharap dapat membuktikan kasus kami di persidangan," kata juru bicara Paramount.

Reuters melaporkan, gugatan diajukan oleh 12 negara bagian AS yang dipimpin California pada 13 Juli 2026.

Mereka menilai merger tersebut berpotensi menghilangkan persaingan di Hollywood dan mengurangi pilihan masyarakat, terutama bagi penonton film maupun pelanggan televisi kabel.

Baca juga: Tok! Paramount Menangkan Persaingan Akuisisi Warner Bros, Netflix Makin Terdesak

Jaksa Agung New York Letitia James menyambut baik keputusan penundaan tersebut.

Menurutnya, penghentian sementara transaksi menjadi langkah penting untuk memastikan proses hukum berjalan sebelum merger bernilai raksasa itu disahkan.

Beberapa hari sebelumnya, Hakim Distrik Amerika Serikat Araceli Martinez-Olguin juga telah mengabulkan permintaan perintah penahanan sementara yang membekukan transaksi hingga persidangan berlangsung.

Reuters juga mencatat, perkara merger serupa di Amerika Serikat rata-rata membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga hakim mengeluarkan putusan.

Selain persoalan persaingan usaha, merger ini memicu kekhawatiran mengenai semakin terkonsentrasinya kepemilikan media.

Jika transaksi disetujui, CNN, yang saat ini berada di bawah Warner Bros Discovery, akan bergabung dengan jaringan media milik Paramount, termasuk CBS.

Penggabungan tersebut dinilai dapat memperbesar pengaruh perusahaan hasil merger terhadap industri media Amerika Serikat.

Hasil persidangan nantinya tidak hanya menentukan nasib akuisisi senilai 110 miliar dolar AS, tetapi juga menjadi penentu sejauh mana pemerintah Amerika Serikat akan mengawasi merger perusahaan media berskala besar di masa mendatang.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.