Tunggal Jaya Kembali Beli 6,7 Juta Saham IMPC
Agustina Melani July 25, 2026 07:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yakni PT Tunggal Jaya Investama meningkatkan kepemilikan saham IMPC. Tujuan pembelian saham IMPC itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/7/2026), produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastik ini mengumumkan pemegang saham perseroan yakni Tunggal Jaya Investama membeli 6,7 juta saham IMPC secara bertahap. Total nilai pembelian sekitar Rp 10,6 miliar. Adapun pembelian saham itu dilakukan Tunggal Jaya Investama sebesar 1 juta saham IMPC dengan harga Rp 1.599 per saham pada 22 Juli 2026. Selanjutnya Tunggal Jaya Investama membeli 5,7 juta saham IMPC dengan harga Rp 1.591 per saham pada 23 Juli 2026.

"Tujuan transaksi investasi, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Tunggal Jaya Investama mengenggam 39,72% saham IMPC atau 21,81 miliar saham. Sebelumnya Tunggal Jaya Investama memiliki 39,71% saham IMPC atau 21,80 miliar saham.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham IMPC ditutup turun 6,09% menjadi Rp 1.465 per saham pada 24 Juli 2026. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 1.550 dan terendah Rp 1.465 per saham. Kapitalisasi pasar saham IMPC mencapai Rp 80,44 triliun.

Koreksi saham IMPC terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan. IHSG merosot 1,88% menjadi 6.196,43. Indeks saham LQ45 merosot 1,97% menjadi 614,78. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.268,53 dan level terendah 6.159,14. Sebanyak 587 saham melemah sehingga bebani IHSG. 104 saham menguat dan 105 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.256.725 kali dengan volume perdagangan saham 37,9 miliar saham. Transaksi harian saham tidak terlalu seiring transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun. Jelang akhir pekan, nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.953.

 

 

 

Sektor Saham

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal merosot 3,04%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,82%, sektor saham basic melemah 3,02%, sektor saham industri tergelincir 1,47%.

Sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,45%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,26%, sektor saham keuangan melemah 2%, sektor saham properti melemah 1,16%. Lalu sektor saham teknologi terpangkas 1,41%, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,63%, dan sektor saham transportasi merosot 2,7%.

Di indeks LQ45, saham CUAN turun 7,28% menjadi Rp 700 per saham. Total frekuensi perdagangan 45.552 kali dengan volume perdagangan saham 5.478.058 saham. Nilai transaksi Rp 386,9 miliar.

Harga saham BUMI terpangkas 6,56% menjadi Rp 171 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 183 dan terendah Rp 168 per saham. Total frekuensi perdagangan 98.758 kali dengan volume perdagangan saham 61.968.918 saham.

Harga saham DEWA melemah 6,36% menjadi Rp 442 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 472 dan terendah Rp 438 per saham. Total frekuensi perdagangan 53.616 kali dengan volume perdagangan saham 10.678.273 saham. Nilai transaksi Rp 480,3 miliar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.