Keberadaan Jesslyn Wijaya Terungkap di Thailand, Polisi Belum Pastikan Ada Unsur Penculikan
Kharisma Tri Saputra July 25, 2026 07:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM – Keberadaan atlet golf Jesslyn Wijaya, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan, akhirnya mulai terungkap.

Polisi memastikan Jesslyn saat ini berada di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya.

Meski demikian, kepolisian menegaskan hingga kini belum dapat menyimpulkan apakah Jesslyn benar-benar menjadi korban penculikan seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra mengatakan penyidik masih mendalami seluruh fakta karena belum memperoleh keterangan langsung dari Jesslyn maupun keluarganya.

"Kita belum bisa pastikan (penculikan atau bukan), karena belum memperoleh keterangan dari keluarganya ataupun Jesslyn," kata Roby saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

KORBAN PENCULIKAN - Di tengah proses penyelidikan polisi, jejak keberadaan atlet golf muda, Jesslyn Wijaya sempat terdeteksi berada di Malaysia, namun koordinat ponselnya masih aktif di Jakarta.
KORBAN PENCULIKAN - Di tengah proses penyelidikan polisi, jejak keberadaan atlet golf muda, Jesslyn Wijaya sempat terdeteksi berada di Malaysia, namun koordinat ponselnya masih aktif di Jakarta. (TikTok/themutualgolf)

Baca juga: Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya: Saksi Restoran Sebut Urusan Keluarga, Calon Suami: Ada Aksi Paksa

Polisi Lacak Perjalanan Jesslyn hingga Bangkok

Berdasarkan hasil penyelidikan, Jesslyn bersama ibu dan tantenya diketahui lebih dahulu berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Setelah dilakukan penelusuran bersama otoritas setempat, polisi menemukan bahwa rombongan tersebut kembali melanjutkan perjalanan menuju Bangkok, Thailand.

"Jadi dari Jakarta, dari Semarang, terbangnya ke Kuala Lumpur. Kita cek lagi, koordinasi sama petugas Malaysia, ternyata mereka terbang lagi ke Bangkok," ujar Roby.

Polisi Masih Kesulitan Peroleh Keterangan Keluarga

Di tengah proses penyelidikan, polisi mengaku menghadapi kendala karena pihak keluarga Jesslyn belum memberikan respons terhadap upaya komunikasi yang dilakukan penyidik.

Bahkan, ketika penyidik mendatangi kediaman keluarga untuk meminta klarifikasi, mereka disebut tidak dapat bertemu dengan pihak keluarga.

"Sampai sekarang kita hubungi keluarga belum ada yang merespons untuk dikomunikasikan. Penyidik datang ke rumah juga tidak diterima," kata Roby.

Kondisi tersebut membuat polisi belum dapat menggali informasi secara utuh mengenai kronologi maupun alasan keberangkatan Jesslyn ke luar negeri.

Libatkan Interpol untuk Telusuri Keberadaan Jesslyn

Untuk memastikan seluruh informasi, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat kini berkoordinasi dengan Interpol serta sejumlah instansi terkait.

Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui secara pasti kondisi Jesslyn sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus yang dilaporkan.

"Ya kita masih koordinasi sama Interpol, sama stakeholder terkait untuk berupaya mencari tahu di mana keberadaan Jesslyn," ujar Roby.

Jesslyn Diduga Diculik, Tapi Ada Fakta Lain 

Sebelumnya, kabar mengenai dugaan penculikan Jesslyn mencuat setelah ia disebut dibawa secara paksa oleh sejumlah orang dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (13/7/2026). 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, membenarkan adanya laporan mengenai penjemputan paksa berdasarkan keterangan awal dan informasi dari sejumlah saksi.

"Memang benar ada kejadian sesuai dengan yang dilaporkan, yaitu peristiwa membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," ujar Roby dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).

Laporan terkait kasus dibuat oleh NAH, yang diketahui merupakan teman Jesslyn, di Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Kuasa hukum NAH, Andi Darti, menyebut peristiwa terjadi ketika Jesslyn tengah menghadiri perayaan ulang tahun nenek di sebuah restoran.

Menurut Andi, suasana acara yang sebelumnya berlangsung hangat berubah ketika persiapan perayaan ulang tahun sang nenek hampir dimulai. 

Saat lagu ulang tahun hendak diputar, sekelompok pria berbadan tegap tiba-tiba mendatangi Jesslyn.

"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam," tutur Andi.

Andi juga menyebut Jesslyn sempat berusaha melawan dan mencoba melepaskan diri dari orang-orang yang membawanya.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ujarnya dikutip Kompas.com.

Namun, narasi mengenai dugaan penculikan dibantah oleh pihak restoran. 

Pegawai restoran bernama Dimas mengaku tidak melihat adanya keributan maupun tindakan kekerasan saat Jesslyn dibawa pergi.

"Iya memang benar ada (Jesslyn dijemput beberapa orang), tapi enggak ada keributan. Itu kejadian singkat banget, dia dijemput kemudian masuk ke mobil. Dibawa aja gitu, enggak dipaksa atau apa gitu enggak," ucap Dimas, pegawai restoran saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Dimas menuturkan, salah satu pria yang menjemput Jesslyn bahkan sempat berbicara dengan petugas resepsionis restoran. 

Pria itu meminta pihak restoran tidak panik dan menyebut kejadian itu berkaitan dengan persoalan keluarga.

Menurut keterangannya, Jesslyn sedang ditunggu oleh ibunya yang berada di dalam kendaraan di area parkir.

"Dia tuh bilang ada konfirmasi ke resepsionis, 'Jangan panik Mbak, ini hanya sekadar masalah keluarga'. Terus dia ngomongnya itu, dia (Jesslyn) tuh ditungguin mamanya di mobil," ucap Dimas dikutip dari Kompas.com.

Dimas juga mengatakan bahwa setelah Jesslyn meninggalkan restoran, sejumlah anggota keluarga turut keluar dan kemudian pergi dari lokasi.

"Intinya itu kayaknya tuh seperti bukan penculikan itu. Iya, kayaknya itu masalah keluarga seperti ini," kata Dimas.

Dari pengamatannya, Dimas mengaku tidak melihat adanya kepanikan dari keluarga Jesslyn yang saat itu berada satu meja dalam acara makan bersama untuk merayakan ulang tahun sang nenek.

Kondisi ini membuatnya tidak menaruh kecurigaan terhadap kejadian yang berlangsung. 

Terlebih, keluarga Jesslyn yang sebelumnya makan bersama disebut tetap melanjutkan aktivitas mereka setelah Jesslyn dibawa pergi.

"Keluarganya juga biasa aja yang makan bareng dia, enggak ada panik atau melawan. Keluarganya juga tetap lanjut makan setelah itu, terus langsung pulang, sama-sama ikut ke mobil," ucap Dimas.

"Makanya itu kami juga enggak curiga apa-apa, biasa saja melihatnya," sambungnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.