3 Oknum Polisi di Mobil Alphard yang Paksa Satpam Sujud Terancam Sanksi, Polda Jabar Tindak Tegas
valencia frida varendy July 25, 2026 09:42 PM

- Polda Jawa Barat mengakui tiga pria yang melakukan intimidasi terhadap seorang satpam di kawasan Bundaran HI merupakan anggotanya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan bakal memberikan sanksi tegas terhadap oknum polisi arogan tersebut.

Polda Jabar bakal tetap memberikan sanksi meski penyelesaian damai antara oknum polisi arogan dan satpam telah dilakukan.

Tiga oknum polisi yang memaksa satpam Bundaran HI itu bakal mendapatkan sanksi berupa sidang etik.

Menurut Kombes Hendra, perdamaian tidak menghapuskan sanksi etik kepada Ipda DG, Bripka BS dan Briptu RPW.

Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Barat dilaporkan telah memeriksa ketiga personel arogan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menyimpulkan adanya bukti yang cukup terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi.

Kombes Pol Hendra mengatakan, hasil pemeriksaan itu akan ditindaklanjuti melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

Ia menegaskan Polda Jawa Barat berkomitmen menindak tegas setiap personelnya.

Sementara itu sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut menyampaikan hal yang sama.

Dedi Mulyadi meyakini jajaran Polda Jabar bakal menindak tegas anggotanya yang melanggar.

Ia turut mengingatkan kepada semua pihak untuk bisa saling menghargai tugas dan profesi masing-masing.

Dedi Mulyadi mengatakan bakal memindahkan satpam bernama Victor itu untuk bekerja di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat atau Gedung Sate di Bandung.

Adapun sebelumnya viral di media sosial video cekcok antara sekuriti dan pengemudi Alphard pada Rabu (22/7).

Satpam bernama Victor Harefa mengaku sempat mendapatkan makian hingga diminta bersujud minta maaf kepada penumpang mobil Alphard.

Insiden itu bermula saat Victor menegur mobil Alphard yang menerobos lampu merah karena membahayakan pejalan kaki yang tengah menyeberang.

Tiga orang yang ada di mobil Alphard itu ternyata merupakan personel Polda Jawa Barat.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kedua belah pihak sepakat damai setelah dilakukan mediasi.

Namun meski mediasi telah menghasilkan kesepakatan damai, AKBP Braiel mempersilakan Victor untuk membuat laporan polisi terkait dugaan intimidasi apabila merasa belum puas.

Sementara itu kuasa hukum Victor, Wiradarma Harefa mengatakan bahwa kliennya ingin kasus dengan pengemudi Alphard cepat selesai.

Oleh karena itu Victor memutuskan untuk berdamai dengan tiga oknum aparat kepolisian tersebut.

Menurut kuasa hukum, kedua belah pihak telah menerima dan mengakui adanya kesalahan dan arogansi terjadi secara spontan.

Sehingga kedua belah pihak saat ini sudah saling memaafkan satu sama lain terkait peristiwa tersebut.

Wiradarma mengatakan bahwa Victor sudah menganggap peristiwa tersebut sudah berlalu.

Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Elga Hikari

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.