TRIBUNGORONTALO.COM – KMP Tuna Tomini batal berangkat ke Wakai–Ampana dari Pelabuhan Gorontalo pada Jumat (24/7/2026) malam, akibat cuaca ekstrem.
KMP Tuna Tomini dijadwalkan kembali berlayar pada Minggu (26/7/2026) pukul 18.00 Wita.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gorontalo bersama nakhoda kapal dan BMKG menilai kondisi cuaca di perairan Teluk Tomini mulai membaik sehingga pelayaran dinyatakan aman untuk dilaksanakan.
Sebelumnya, KMP Tuna Tomini dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Ferry Gorontalo pada Jumat (24/7/2026).
Namun, keberangkatan itu ditunda karena cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Gorontalo keberangkatan Kapal Nomor HK.204/TTM-LWK/VII/ASDP-2025 tertanggal 24 Juli 2026, kondisi cuaca saat itu dipengaruhi angin dengan kecepatan 15 hingga 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 sampai 2,25 meter.
Kepala Wilayah Satuan Pelayanan (Wasatpel) Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul, mengatakan jadwal operasional KMP Tuna Tomini memang berubah sejak bulan ini.
"Untuk bulan ini, jadwal Tuna Tomini yang melayani rute Gorontalo menuju Wakai dan Ampana hanya satu kali dalam seminggu. Kapal berangkat dari Gorontalo setiap hari Jumat, kemudian kembali tiba di Gorontalo pada hari Senin. Setelah sandar beberapa hari, kapal kembali berangkat pada Jumat berikutnya," kata Deni Abdul saat diwawancarai melalui WhatsApp, Sabtu (25/7/2026) malam hari sekitar pukul 20.14 Wita.
Namun, keberangkatan pada Jumat kemarin terpaksa dibatalkan setelah hasil koordinasi menunjukkan kondisi laut belum aman untuk dilayari.
"Hanya saja kemarin yang jurusan Wakai-Ampana itu kami putuskan tidak berangkat karena cuaca ekstrem. Setelah koordinasi dengan supervisor, pihak kapal, dan BMKG, kondisi laut dinilai belum aman sehingga keberangkatan ditunda," ujarnya.
Menurut Deni, keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan penumpang, awak kapal, serta kapal itu sendiri.
Setelah dilakukan pemantauan lanjutan terhadap kondisi cuaca, pihak pelabuhan bersama BMKG memperkirakan gelombang mulai mereda pada Minggu (26/7/2026).
"Rencananya Tuna Tomini akan diberangkatkan besok hari Minggu pukul 18.00 Wita menuju Wakai dan Ampana karena kondisi laut diperkirakan sudah lebih baik," katanya.
Ia menjelaskan, Minggu (26/7/2026) menjadi hari yang cukup sibuk di Pelabuhan Ferry Gorontalo karena terdapat dua kapal yang beroperasi.
Selain KMP Tuna Tomini yang berangkat menuju Wakai dan Ampana pada pukul 18.00 Wita, KMP Moinit juga dijadwalkan tiba dari Pagimana sebelum kembali diberangkatkan menuju Pagimana pada pukul 20.00 Wita.
"Besok ada dua kapal. Tuna Tomini berangkat pukul enam sore, sedangkan Moinit tiba dari Pagimana lalu berangkat lagi pukul delapan malam," jelasnya.
Sementara itu, jadwal operasional KMP Moinit tidak mengalami perubahan.Menurut Deni, kapal yang melayani lintasan Gorontalo–Pagimana tersebut tetap beroperasi setiap dua hari sekali.
"Kalau Moinit tetap berjalan seperti biasa. Di bulan ini, tanggal genap berada di Gorontalo, sedangkan tanggal ganjil berada di Pagimana," ungkapnya.
Olehnya, Deni mengimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan agar selalu memantau informasi cuaca dan jadwal pelayaran sebelum berangkat, terutama saat kondisi cuaca di perairan Teluk Tomini berubah dengan cepat.
Dengan kembali beroperasinya KMP Tuna Tomini, diharapkan mobilitas penumpang maupun distribusi logistik menuju Wakai dan Ampana kembali berjalan normal setelah sempat tertunda akibat cuaca buruk.
Pelayaran rute Gorontalo–Wakai–Ampana ditunda akibat cuaca ekstrem dengan kecepatan angin 15–20 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,25 meter.
KMP Tuna Tomini dijadwalkan kembali berlayar pada Minggu (26/7/2026) pukul 18.00 Wita.
Sekadar informasi, Pelabuhan Ferry Gorontalo berada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Pelabuhan tersebut menjadi gerbang utama penyeberangan laut yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.
Selain melayani penumpang, pelabuhan juga menjadi jalur distribusi berbagai kebutuhan pokok dan kendaraan logistik yang keluar masuk melalui Teluk Tomini.
Pelabuhan Ferry Gorontalo ke pusat Kota Gorontalo, berjarak sekitar 4,9 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit pada kondisi lalu lintas normal.
Bandara Djalaluddin ke Pelabuhan Ferry Gorontalo, sekitar 36 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 50–60 menit melalui jalur darat.
Bandara sendiri berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.(*/Jefri)