Progres Perbaikan Jalan Gombel Lama Semarang Sudah Capai 50 Persen
rival al manaf July 25, 2026 09:56 PM

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal mengungkap, proyek perbaikan ruas Jalan Gombel Lama atau turunan Gombel Semarang telah mencapai 50,43 persen.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp16,7 miliar itu ditargetkan rampung sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan yakni pada pertengahan Oktober 2026.

"Alhamdulillah selama pengerjaan proyek tidak ada kendala," ujar Alfan kepada Tribun, Sabtu (25/7/2026).

Proyek jalan sepanjang 1,27 kilometer tersebut dibangun di atas tanah gerak. Untuk itu, penanganan jalan tersebut perlu perlakuan khusus.

Alfan menyebut, dalam penanganan amblesan, pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan desain yang sudah direncanakan yaitu menggunakan bore pile sedalam 28 meter sebagai struktur perkuatan.

"Kami juga membuat subdrain (sistem drainase bawah permukaan tanah) untuk mengalirkan muka air tanah," imbuhnya.

Ketika disinggung desain khusus rekontruksi sebagai respon atas tanah labil di Gombel, Alfan menilai, hal itu sesuai desain yang sudah direncanakan dua tahun lalu yakni terkait potensi gerakan dan analisa perkuatannya.

Namun, ia enggan merespon lebih detail desain tersebut.

Ia hanya menjelaskan, proyek Jalan Gombel tersebut fokus dalam perbaikan jalan dan tanah longsor. "Iya, fokus pada penanganan jalan sekaligus penanganan longsor," terangnya.

Proyek perbaikan jalan Gombel Lama masuk dalam paket proyek jalan Semarang–Bawen–Salatiga–Sruwen.

Paket perbaikan seluruh ruas jalan tersebut menyedot anggaran mencapai Rp181,8 miliar, untuk jalan Gombel di angka Rp16,7 miliar.

Pelaksanaan proyek Semarang–Bawen–Salatiga–Sruwen akan memakan waktu selama dua tahun. Namun, khusus untuk Gombel Lama, ditargetkan berlangsung selama tujuh bulan terhitung mulai pertengahan April 2026.
Selama pekerjaan jalan, arus lalu lintas Gombel lama telah ditutup total.

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto mengungkap, kontur Jalan Gombel Lama  mudah rusak karena dipengaruhi gerakan patahan sesar. Struktur geologi aktif di Gombel terdiri dari formasi halang dan formasi rambatan. Formasi halang berupa struktur batuan pasir.

Di bawah formasi ini adalah formasi rambatan yang didominasi oleh batuan lempung. Pergerakan struktur ini berjalan lambat. "Namun, ketika terjadi gerakan pasti akan mempengaruhi terhadap suatu bangunan konstruksi yang ada di atasnya," ungkapnya kepada Tribun. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.