Penjelasan Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek Soal Aturan Bongkar Tenda Jam 7 Pagi yang Viral
Pipit Maulidya July 25, 2026 11:06 PM

 

SURYA.CO.ID - Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek memberikan klarifikasi terkait keluhan wisatawan yang viral di media sosial mengenai aturan jam operasional camping.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 53 detik di platform TikTok dari akun @iman_bukanimam menjadi perbincangan hangat.

Dalam video tersebut, pengunggah mengeluhkan tindakan pengelola yang membangunkannya pada pukul 08.00 pagi untuk segera membersihkan area tenda.

Wisatawan tersebut mengaku kecewa karena merasa waktu bersantainya terganggu meski kondisi pantai mulai ramai didatangi pengunjung lain.

Bukan Aturan Baru

Aturan yang mewajibkan tenda dibongkar pada pukul 07.00 WIB ternyata sudah lama diberlakukan.

Faktor luas lahan yang terbatas dan kenyamanan pengunjung umum menjadi alasan utama kebijakan tersebut.

Ketua Pokdarwis Pantai Mutiara Trenggalek, Guntur, melalui Humas dan Pengembangan SDM, Marsum, menjelaskan bahwa pihak pengelola sengaja membatasi durasi bagi wisatawan yang ingin mendirikan tenda di area utama.

"Memang ngecamp itu kita membatasi durasi waktu. Artinya kalau malam Sabtu, malam Minggu atau malam hari libur itu jam 07.00 pagi itu mestinya dibongkar karena lokasi kita kan sempit, nanti pengunjung kan banyak gitu," ujar Marsum saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Detik-detik Pria Trenggalek Ngamuk Bikin Warga Tulungagung Heboh Dini Hari, Bawa Senjata Tajam

Rekomendasi Tempat Camping di Pantai Mutiara 2

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama tanpa terikat aturan bongkar tenda pagi hari, Marsum menyarankan untuk bergeser ke sisi selatan.

Tepat beberapa ratus meter dari lokasi utama, terdapat Pantai Mutiara 2 yang memiliki fasilitas khusus perkemahan.

"Kalau ingin enggak terganggu pembongkaran itu ada sendiri di Mutiara 2 itu ada kawasan perkemahan dan itu tidak dibatasi waktu," paparnya.

Marsum menegaskan bahwa petugas selalu berupaya menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan memberikan informasi kepada setiap pengunjung yang akan berkemah.

"Itu keliling itu memberi tahu, memberi tahu artinya sudah bayar tiket apa belum atau sudah dikasih tahu bahwa besok jam 07.00 harus dibongkar dengan alasan gini, gini, gini gitu. Nah itu SOP-nya seperti itu untuk mendirikan tenda di pantai ya," tegasnya.

Terkait kapasitas, lahan camping di Pantai Mutiara yang berlokasi di kawasan Teluk Prigi ini memang sangat terbatas demi menjaga kenyamanan bersama.

"Kalau kuotanya di tempat perkemahan ini tuh terbatas juga. Artinya hanya kalau enggak delapan tujuh unit atau tempat tenda," tambah Marsum.

Baca juga: Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Berhadiah Rp3 Juta, Dilarang Pakai AI

Harga Tiket dan Sewa Tenda di Pantai Mutiara

Untuk urusan biaya, pengelola mematok tarif HTM sebesar Rp20 ribu bagi pengunjung yang membawa tenda sendiri.

Sedangkan bagi yang ingin menyewa, tersedia fasilitas sewa tenda dari pengelola seharga Rp100 ribu per unit.

Marsum mengimbau agar informasi mengenai aturan ini dapat disebarluaskan untuk menghindari kesalahpahaman antara petugas dan pengunjung di masa mendatang.

Ia mengakui, sering kali miskomunikasi terjadi karena pengunjung tiba saat malam hari sehingga tidak bertemu petugas pemberi informasi.

"Sehingga kita tidak bisa memberi informasi. Datang pasang malam akhirnya paginya suruh bongkar itu yang terjadi kesalahpahaman," tutupnya. (Surya.co.id/Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.