Kopi Semawis Genap 22 Tahun Warung Semawis Bersiap Hadir dengan Konsep Baru
rival al manaf July 26, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perayaan syukuran 22 tahun Kopi Semawis di kawasan Gang Baru Pecinan Semarang, Sabtu (25/7/2026) malam, menjadi penanda babak baru bagi ikon wisata kuliner tersebut.

Setelah lebih dari dua dekade menjadi magnet wisata malam, Warung Semawis akan dihentikan sementara untuk kemudian hadir dengan konsep yang lebih segar.

Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim mengatakan, perubahan diperlukan karena pola persaingan wisata kuliner di Kota Semarang telah berubah.

"Warung Semawis di sana Juli ini sudah terakhir dulu. Kita akan kasih program baru. Karena kalau enggak ada pembaruan, makin lama makin surut karena persaingannya makin tinggi sekali," kata Harjanto.

Baca juga: Progres Perbaikan Jalan Gombel Lama Semarang Sudah Capai 50 Persen

Baca juga: Viral Dugaan Pungli Parkir di TPU Bergota Semarang, Dishub Tegur Jukir Tak Berizin

Menurutnya, hampir seluruh pusat perbelanjaan di Semarang kini menjadikan kuliner sebagai daya tarik utama. 

Karena itu, kawasan kuliner terbuka seperti Warung Semawis harus menghadirkan pengalaman yang berbeda agar tetap diminati masyarakat.

Konsep baru tersebut tengah dimatangkan bersama Pokdarwis dan Kerabat Pecinan.

Salah satu gagasannya adalah menggelar festival dan memanfaatkan titik-titik baru di kawasan Pecinan, termasuk Gang Baru yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang wisata budaya dan kuliner.

Selain pembaruan konsep, Harjanto juga kembali mendorong percepatan revitalisasi kawasan Pecinan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Ia menilai penataan infrastruktur seperti jalan, penerangan, hingga kawasan tepi sungai akan semakin mengangkat potensi Pecinan sebagai destinasi wisata.

"Kalau itu dirapikan pasti akan menarik sekali. Pecinan Semarang punya klenteng-klenteng tua, kuliner yang beragam, dan suasana yang masih sangat natural. Potensinya bisa meledak kalau digarap dengan benar," ujarnya.

Harjanto menambahkan, lahirnya Pokdarwis dan Kerabat Pecinan menjadi harapan baru bagi pengembangan kawasan. 

Menurutnya, masyarakat Pecinan kini mulai mengambil peran lebih besar dalam membangun lingkungannya sendiri.

"Motornya harus dari orang-orang Pecinan karena ini wilayah Pecinan. Kami dari Kopi Semawis siap mendukung dari belakang," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mendukung penuh langkah Kopi Semawis,

Dia juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kawasan Gang Baru sejak kecil.

Ia bercerita, semasa kecil rutin diajak ibunya berbelanja di Pasar Gang Baru. Tradisi tersebut kini diteruskannya bersama sang anak.

"Kalau masuk ke Gang Baru rasanya seperti kembali ke zaman dulu. Sejak kecil saya selalu diajak ibu saya belanja di sini dan sekarang tradisi itu saya lanjutkan bersama anak saya. Gang Baru ini adalah salah satu pasar terlengkap di Kota Semarang," ujarnya.

Menurut Indriyasari, usia 22 tahun menunjukkan Kopi Semawis telah memasuki fase yang matang sehingga membutuhkan semangat baru agar tetap relevan.

Ia berharap kolaborasi antara Kopi Semawis, Pokdarwis, dan Kerabat Pecinan menjadi awal perjalanan baru dalam mengembangkan kawasan Pecinan sebagai destinasi wisata unggulan.

"Ini bukan sebuah akhir, tetapi awal perjalanan baru. Tingkatkan daya juang karena pasti tidak mudah, tetapi saya optimistis Kopi Semawis akan terus bertahan hingga 25 tahun bahkan 50 tahun ke depan," katanya.

Acara syukuran tersebut juga menjadi momentum penegasan sinergi antara pengelola Kopi Semawis, Pokdarwis, Kerabat Pecinan, pedagang, serta Pemerintah Kota Semarang untuk menghidupkan kembali denyut wisata kuliner dan budaya di kawasan Pecinan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.