Sosok Perdana Menteri Banggakan Tidur Cuma 3 Jam Sehari, Pakar Ingatkan Risiko Pengambilan Keputusan
Ani Susanti July 25, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Pengakuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mengaku hanya tidur antara nol hingga tiga jam setiap hari memicu sorotan media internasional.

Kebiasaan tersebut dinilai tidak hanya mencerminkan budaya kerja di Jepang, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kualitas kepemimpinan.

Pernyataan itu disampaikan Takaichi melalui akun media sosial X.

Sejumlah media asing kemudian mengaitkan pengakuan tersebut dengan budaya kerja yang telah lama melekat di Jepang, yakni jam kerja panjang dan pengorbanan pribadi demi pekerjaan.

Baca juga: Sosok Perdana Menteri Baru Nepal Setelah Demonstrasi Besar Warga, Dipilih Berdasarkan ChatGPT

Surat kabar Amerika Serikat The New York Times mengaitkan kurangnya waktu tidur Takaichi dengan budaya kerja di Jepang.

Para pekerja di perusahaan dan lembaga pemerintah dinilai kerap bertahan di kantor sampai atasannya pulang serta menjalani lembur berlebihan sebagai bentuk loyalitas dan ketekunan.

Majalah Time juga menilai unggahan tersebut mungkin dimaksudkan untuk membangun citra Takaichi sebagai pemimpin pekerja keras yang tidak mengenal lelah di mata para pemilih.

Efek Kurang Tidur

Di sisi lain, kebiasaan tidur yang sangat singkat memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan penting.

Lembaga penyiaran publik Australia, ABC, mengutip pendapat seorang pakar yang menyatakan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi pengendalian emosi dan fleksibilitas kognitif.

Masalah tersebut dinilai semakin serius karena Takaichi memimpin sebuah negara dan harus mengambil berbagai keputusan penting.

Majalah Fortune menyebut kebiasaan membanggakan jadwal kerja yang sangat berat tidak hanya terjadi di Jepang.

Para pemimpin dunia dan pimpinan perusahaan besar juga tidak jarang menunjukkan betapa sedikitnya waktu istirahat mereka.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang sangat dihormati Takaichi, juga dikenal hanya tidur sekitar empat jam sehari.

Meski demikian, waktu tidur Takaichi yang hanya nol hingga tiga jam dinilai berada pada tingkat berbeda.

Fortune menyebut Takaichi dikenal sebagai sosok yang kerap mendorong dirinya hingga batas kemampuan fisik.

Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.