TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA — Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memasuki masa-masa krusial.
Perjuangan tim gabungan di lapangan kini berpacu dengan waktu, mengingat kobaran api di sejumlah lokasi belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan telah bertahan hingga sembilan hari.
Di bawah koordinasi Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan VIII/Pontianak, fokus penanganan darurat saat ini disebar ke beberapa wilayah terdampak, termasuk salah satu lokasi rawan di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufik, mengonfirmasi bahwa penanganan operasi dilakukan melalui skema sinergi lintas instansi.
Personel di lapangan bahu-membahu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), unsur TNI, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
"Yang ditangani oleh kami ada empat titik, yakni Desa Limbung, Desa Rasau Jaya Umum, Desa Pulau Dua, dan Desa Jawa Tiga," ujar Taufik kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu, 25 Juli 2026.
Taufik memaparkan bahwa eskalasi di lapangan tergolong menantang lantaran durasi kebakaran yang sudah berlangsung relatif lama di beberapa area.
Baca juga: Karhutla Dekati Kawasan Bandara Supadio, Luasan Terbakar Diperkirakan Capai 10 Hektare
Struktur tanah gambut yang kering membuat api dengan cepat merambat di bawah permukaan, memicu proses pemadaman memerlukan waktu dan tenaga ekstra.
Menurutnya, kondisi di sejumlah titik tersebut cukup sulit karena kebakaran telah berlangsung selama beberapa hari.
Bahkan, terdapat lokasi yang sudah terbakar hingga enam hari dan ada yang mencapai sembilan hari.
Sementara untuk situasi di Desa Limbung, titik api tercatat sebagai area penanganan paling gres yang baru dimasuki oleh tim pemadam gabungan.
"Sementara itu, kebakaran di Desa Limbung baru ditangani selama satu hari. Pemadaman di lokasi tersebut dilakukan secara gabungan oleh Manggala Agni dan unsur terkait," tambahnya.
Beban kerja Manggala Agni Daops Kalimantan VIII tidak hanya terpusat di wilayah Kubu Raya.
Cakupan wilayah kerja yang luas memaksa sumber daya yang ada dibagi untuk merespons insiden serupa di daerah tetangga, yakni dua titik karhutla di Kabupaten Mempawah yang ditangani bersama BPBD dan KPH setempat.
Guna mencegah munculnya kluster kebakaran baru di tengah cuaca kering, Taufik menegaskan bahwa strategi penanganan tidak sekadar berfokus pada upaya kuratif pemadaman api, melainkan juga memperkuat benteng pencegahan di hilir.
"Ke depannya tentunya kami terus berpatroli. Di samping penanganan pemadaman, kami juga melakukan patroli karena Patroli Terpadu sedang berlangsung sampai pertengahan Agustus," katanya.
Langkah preventif melalui Patroli Terpadu ini mengerahkan kolaborasi berkelanjutan antara unsur TNI, Polri, kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta personel Manggala Agni.
Upaya ini diharapkan mampu menyisir area-area rawan serta meredam potensi pembakaran baru secara dini sebelum meluas. (*)