Imbas Sopir Truk Ugal-ugalan di Jembatan Suramadu Demi Viral di TikTok, Polisi Turun Tangan
Putra Dewangga Candra Seta July 25, 2026 10:32 PM

 

SURYA.co.id, BANGKALAN – Fenomena konten media sosial yang menampilkan aksi kendaraan melaju secara ugal-ugalan di Jembatan Suramadu kini menjadi perhatian aparat kepolisian.

Sejumlah video yang beredar di TikTok diduga memperlihatkan pengemudi sengaja melakukan manuver berbahaya demi kebutuhan konten.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena aksi itu berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan lain, terutama di jalur cepat yang menghubungkan Surabaya dan Madura.

Polres Bangkalan memastikan akan menelusuri identitas pengemudi maupun kendaraan yang terekam dalam video viral tersebut.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah aksi serupa terulang dan menjaga keselamatan lalu lintas di Jembatan Suramadu.

Konten TikTok Diduga Jadi Pemicu Aksi Berbahaya

Video yang diunggah akun TikTok @habiburrohman221 memperlihatkan sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Suramadu dengan cara yang dinilai membahayakan.

Dalam beberapa rekaman, kendaraan yang melaju dari arah Surabaya menuju Madura terlihat berpindah ke lajur kanan sambil memainkan lampu sein.

Bahkan, beberapa truk bermuatan penuh tampak melaju dengan manuver yang diduga ugal-ugalan.

Dugaan sementara, konten tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan antara perekam video dengan pengemudi kendaraan sehingga aksi tertentu dilakukan saat melintas di lokasi.

Belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya unsur kesengajaan dalam pembuatan konten tersebut. Namun, video yang beredar telah menjadi bahan penelusuran aparat kepolisian.

Polisi Ingatkan Bahaya Aksi Ugal-ugalan di Suramadu

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihaknya mengetahui adanya aksi tersebut setelah video beredar di media sosial.

"Terkait aksi pengemudi truk maupun kendaraan lain yang melajukan aksi ugal-ugalan di Jembatan Suramadu, kami imbau agar semua pengendara tidak melakukan hal serupa," kata Agung, Jumat (24/7/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya membahayakan pengemudi sendiri, tetapi juga seluruh pengguna jalan yang melintas di Jembatan Suramadu.

"Hal itu berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal. Kami imbau agar pengendara bisa menaati peraturan dan menghormati sesama pengendara," ujarnya.

Polisi menegaskan bahwa Jembatan Suramadu merupakan jalur dengan arus kendaraan yang cukup tinggi sehingga setiap pelanggaran berisiko memicu kecelakaan serius.

Satlantas Telusuri Identitas Sopir dan Kendaraan

Menindaklanjuti video yang viral, Satlantas Polres Bangkalan akan berkoordinasi dengan PJR Jatim VIII Suramadu untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pengemudi yang diduga melakukan aksi berbahaya.

Upaya penelusuran dilakukan dengan memanfaatkan rekaman video yang beredar di media sosial serta data pendukung lainnya.

"Penelusuran kendaraan dan pengemudinya akan terus dilakukan dan akan dilakukan upaya tegas," pungkas Agung.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan jalan raya sebagai lokasi pembuatan konten yang membahayakan keselamatan.

Imbas Sopir Truk Ugal-ugalan Bisa Meluas

Aksi truk bermuatan penuh yang melaju secara ugal-ugalan tidak hanya berisiko terhadap pengemudinya sendiri.

Kendaraan besar memiliki bobot dan jarak pengereman yang lebih panjang dibanding kendaraan ringan sehingga potensi dampak kecelakaan juga lebih besar.

Jika aksi semacam ini terus ditiru demi memperoleh perhatian di media sosial, risiko kecelakaan beruntun, kemacetan, hingga kerusakan infrastruktur dapat meningkat.

Selain itu, citra pengemudi angkutan barang yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik juga berpotensi ikut terdampak akibat ulah segelintir oknum.

Maraknya konten berkendara ekstrem menunjukkan bahwa media sosial dapat mendorong sebagian orang mencari perhatian melalui aksi berisiko.

Namun, jalan umum bukanlah tempat untuk membuat konten yang membahayakan pengguna lain. Langkah kepolisian menelusuri identitas pengemudi menjadi sinyal bahwa aktivitas digital yang berujung pada pelanggaran lalu lintas tetap dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, edukasi mengenai keselamatan berkendara dan literasi digital juga menjadi penting agar tren pembuatan konten tidak mengorbankan keselamatan publik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.