Netanyahu Akui Serangan AS Belum Hancurkan Total Program Nuklir Iran
Ansari Hasyim July 27, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Teheran.

Dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (26/7/2026), Netanyahu mengatakan operasi tersebut hanya berhasil melumpuhkan sebagian kemampuan nuklir Iran, meski menurutnya telah membuat program itu mundur selama beberapa tahun.

"Kami melumpuhkan 20 kepala ilmuwan nuklir mereka dalam dua operasi yang kami lakukan bersama Amerika Serikat," ujar Netanyahu.

Baca juga: Jadi Benteng Rahasia Nuklir Iran, Trump: Kami akan Hancurkan Gunung Pickaxe Segera

Ia menegaskan, meskipun kemampuan nuklir Iran telah mengalami kemunduran signifikan, masyarakat internasional tidak boleh lengah.

Menurutnya, pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Teheran tidak kembali membangun program nuklirnya.

Netanyahu juga melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan Israel akan memberikan respons yang "sangat, sangat kuat" apabila Teheran kembali melancarkan serangan, baik secara langsung maupun melalui kelompok-kelompok proksi yang didukungnya.

Selain membahas Iran, Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaitkan kerja sama nuklir sipil Arab Saudi dengan kemungkinan bergabungnya Riyadh ke dalam Perjanjian Abraham.

Ia mengaku akan menyambut baik apabila Arab Saudi mengikuti jejak sejumlah negara Arab lain yang telah lebih dahulu menjalin normalisasi hubungan dengan Israel.

Netanyahu juga membantah anggapan bahwa Israel semakin terisolasi di panggung internasional.

Menurutnya, banyak negara di Afrika, Asia, Amerika Latin, hingga Timur Tengah tetap tertarik menjalin kerja sama dengan Israel, terutama di bidang teknologi dan pertahanan.

Pekan depan, Netanyahu dijadwalkan bertolak ke Washington untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator AS Lindsey Graham.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga diperkirakan akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Donald Trump, termasuk mengenai perkembangan konflik dan isu nuklir Iran.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.