TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 sukses digelar di Jember, Sabtu (25/7/2026). Karnaval budaya ini menghadirkan sembilan defile dari berbagai daerah di Indonesia yang menampilkan kekayaan tradisi, seni, hingga potensi lokal melalui parade kostum kreatif.
WACI merupakan agenda yang diinisiasi oleh Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) sebagai wadah kolaborasi berbagai daerah untuk memperkenalkan identitas budaya masing-masing dalam format karnaval modern.
Pada WACI 2026, sembilan defile tampil bergantian membawa ciri khas daerah asalnya.
Defile tersebut terdiri atas Jatim Agropolitan yang merupakan gabungan peserta dari Kabupaten Nganjuk, Jombang, Madiun, Tuban, Kediri, dan Trenggalek. Selain itu hadir pula kontingen masyarakat adat dari Nusa Tenggara Barat, Kota Balikpapan (Kalimantan Timur), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Jatim Empire yang beranggotakan Kota Malang dan Kabupaten Kediri, serta delegasi dari Kabupaten Sleman, Kota Semarang, dan Kabupaten Badung, Bali.
Masing-masing delegasi memadukan seni pertunjukan, ritual adat, kekayaan alam, hingga kearifan lokal ke dalam desain kostum dan atraksi parade yang memikat perhatian ribuan penonton.
Baca juga: JFC 2026 Dongkrak Ekonomi Jember, Okupansi Hotel Tembus 80 Persen
Jatim Agropolitan menjadi defile pembuka dalam WACI 2026. Para peserta mengangkat berbagai komoditas unggulan Jawa Timur, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga hasil laut.
Kontingen Kabupaten Nganjuk, misalnya, menampilkan kostum bertema padi dan bawang merah sebagai identitas daerah.
"Karena Nganjuk adalah produsen brambang (bawang merah), maka kami menampilkan brambang dan padi dalam kostum kami," ujar salah satu talent Kabupaten Nganjuk, Age Fauzi.
Sementara itu, peserta dari Kabupaten Jombang menonjolkan komoditas unggulan berupa durian, manggis, dan kopi yang diwujudkan dalam ornamen kostum karnaval.
Baca juga: JFC 2026 Resmi Dimulai, Diawali World Kids Carnival dan Pets Carnival
Dua daerah dari Pulau Kalimantan turut memeriahkan WACI 2026, yakni Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Delegasi Balikpapan menampilkan Tarian Baledang, ritual masyarakat Dayak sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohon perlindungan.
Sementara kontingen Kotawaringin Barat menghadirkan beragam unsur budaya Dayak, termasuk tradisi Babukung, simbol burung Enggang, naga merah, hingga Tari Kalangka yang mengangkat legenda Putri Dayak.
"Kami juga menampilkan kekayaan alam khas Kotawaringin Barat, seperti burung Enggang, juga ada naga merah, juga tarian Kalangka, yang menceritakan legenda Putri Dayak," ujar talent Kotawaringin Barat, Sharif Borneo.
Ketua DPP Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), David K. Susilo, mengatakan WACI bukan sekadar parade kostum, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
"Karena dalam WACI ada filosofi daerah, kebudayaan, entitas lokal, yang berpadu dengan kostum dan karnaval. WACI adalah merayakan identitas dan merawat keberagaman di Indonesia," ujar David saat membuka WACI 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi dari berbagai daerah yang telah berpartisipasi dan membawa kekayaan budaya Nusantara ke panggung JFC 2026.
a.