Tawuran Pelajar Pecah di Pantura Rembang-Lasem, Diduga Dipicu Saling Ejek di Medsos
rival al manaf July 25, 2026 11:12 PM

Aksi bentrokan antar pelajar terjadi di jalur Pantura perbatasan Rembang–Lasem, tepatnya di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Sabtu (25/7/2026) siang hari.

Rekaman video peristiwa tersebut tersebar di media sosial.

Insiden yang dipicu oleh aksi saling ejek di media sosial ini menyebabkan seorang siswa mengalami luka-luka serta merusak kendaraan, sementara aparat kepolisian kini tengah melacak para pelaku yang sengaja menyamarkan identitas mereka.

Tawuran tersebut meletus di dua titik terpisah, yakni di wilayah Punjulharjo sebelum area pompa bensin serta satu titik lain di kawasan Lasem yang masih didalami pihak berwajib. 

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, keributan ini bermula dari aksi saling sindir dan menjelekkan antarsekolah di platform media sosial. 

Namun, pihak kepolisian menegaskan belum dapat memastikan asal sekolah para pelaku karena seluruh rombongan penyerang mengenakan penutup wajah, pakaian tanpa atribut sekolah, serta menutupi pelat nomor kendaraan mereka menggunakan kardus.

Peristiwa ini sempat terekam dalam video amatir berdurasi 21 detik yang kemudian beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp. 

Dalam rekaman tersebut, tampak sebuah sepeda motor diseret secara paksa ke bahu jalan di dekat warung dan stasiun pengisian bahan bakar. 

Di tengah situasi ricuh, gerombolan pelajar melampiaskan kemarahan dengan merusak kendaraan sebelum akhirnya melarikan diri sembari menggeber sepeda motor mereka. 

Sayup-sayup, suara letusan yang belum diketahui asalnya juga terdengar dalam video tersebut, diiringi teriakan panik seorang perempuan yang merekam kejadian tersebut.

Dampak dari pertikaian tersebut membuat arus lalu lintas sempat tersendat. Warga setempat akhirnya berinisiatif turun ke jalan untuk mengevakuasi sepeda motor yang ringsek akibat diserang.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Al Sutikna, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut setelah pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.50 WIB. 

Begitu menerima informasi, petugas piket langsung meluncur ke lokasi kejadian, namun aksi massa sudah membubarkan diri. 

Saat menyisir area sekitar, polisi menemukan puluhan pelajar berseragam SMK sedang bergerombol di pintu masuk gapura wisata Karang Jahe Beach (KJB) dengan sekitar 30 unit sepeda motor yang terparkir berjejer. 

Melihat kehadiran petugas, rombongan pelajar tersebut langsung kocar-kacir melarikan diri ke arah timur.

Akibat insiden ini, seorang siswa kelas XII SMK Umar Fatah asal Sluke bernama Iqbal Budi menjadi korban. 

Iqbal yang mengalami luka lecet pada lutut kiri serta kerusakan pada sepeda motornya langsung dilarikan ke rumah sakit. 

Didampingi pihak sekolah, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke markas kepolisian pada sore harinya. 

"Usai kejadian, korban didampingi pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut. Sudah dibawa ke rumah sakit," terang AKP Al Sutikna.

Al Sutikna menambahkan bahwa korban mengaku tidak mengenali satu pun dari kelompok penyerang karena seluruh pelaku menutup rapat wajah mereka dan menyumpal pelat nomor kendaraan dengan kardus. 

Meski demikian, kepolisian terus bergerak melacak jejak para pelaku melalui rekaman video warga yang sempat memperlihatkan sebagian pelat nomor kendaraan.

Secara terpisah, Kapolsek Lasem AKP MS Karim mengonfirmasi bahwa pihaknya juga menerima laporan bentrokan serupa yang melibatkan sekolah di sisi barat dekat Karang Jahe. 

Menanggapi situasi tersebut, Polsek Rembang dan Polsek Lasem segera melakukan koordinasi ketat untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan. 

Petugas gabungan diterjunkan untuk menyisir jalanan hingga ke wilayah Binangun serta menerapkan penyekatan di sisi barat dan timur.

Namun, saat petugas tiba di titik lokasi Lasem, kerumunan pelajar sudah lebih dahulu membubarkan diri ke arah Lasem. 

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan ke sejumlah Puskesmas dan rumah sakit di kawasan setempat, dan tidak menemukan adanya korban tambahan. 

"Kejadian cukup cepat. Larinya ke arah Lasem. Kami antisipasi dan cek, anggota patroli ke sana sudah bubar duluan. Kami cek juga tidak ada di Puskesmas dan rumah sakit. Untuk pemicu pastinya belum teridentifikasi," pungkas AKP MS Karim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.