Stunting di Bulungan Turun Drastis ke Angka 12 Persen, Buah Konsistensi Enam Tahun
Budi Susilo July 25, 2026 11:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR — Angka prevalensi stunting di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menunjukkan tren penurunan yang sangat positif pada 2026. 

Hingga pertengahan Juli ini, angka stunting tercatat berada di kisaran 12 persen, merosot tajam dibandingkan hasil survei periode sebelumnya yang mencapai 22,6 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengungkapkan bahwa pencapaian signifikan ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Stunting di Bulungan kita sekarang di angka 12 koma sekian persen dibanding tahun sebelumnya kita menurun karena tahun sebelumnya sempat 22 koma sekian persen. Jadi lumayan signifikan turunnya," ujar Imam Sujono kepada TribunKaltara.com, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Bantuan Pangan Mulai Disalurkan di PPU, Bupati Mudyat Noor Fokus Tekan Angka Stunting

Imam menegaskan, keberhasilan ini bukanlah instan atau hasil intervensi dalam waktu singkat.

Menurutnya, perbaikan angka stunting memerlukan proses panjang yang telah digalakkan sejak enam tahun terakhir.

Selain itu, penanganan di Bulungan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mengusung konsep pentahelix yang melibatkan kolaborasi lintas sektor:

  • Pemerintah dan Dinas Kesehatan: Sebagai motor penggerak utama penanganan medis.
  • Korporasi dan Dunia Usaha: Ikut ambil bagian dalam pendampingan masyarakat.
  • Akademisi dan Media: Berperan dalam edukasi serta penyebarluasan informasi.
  • Masyarakat: Partisipasi aktif tingkat akar rumput.

Intervensi Menyeluruh dari Hulu ke Hilir

Strategi pencegahan stunting di Bulungan digarap secara komprehensif mulai dari hulu, yakni sejak fase remaja hingga anak memasuki usia sekolah.

  • Fase Pra-Nikah: Calon pengantin diseleksi dan diberi edukasi melalui kerja sama erat dengan Kantor Urusan Agama (KUA).
  • Masa Kehamilan: Pemeriksaan ibu hamil kini diperketat hingga tujuh sampai delapan kali kunjungan guna memantau gizi, kelas ibu hamil, serta mendeteksi potensi faktor penyulit sejak dini.
  • Pasca-Kelahiran: Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala, hingga berlanjut ke usia sekolah lewat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Apabila akar masalahnya bersumber dari faktor ekonomi, lintas sektor seperti ketahanan pangan dan korporasi turut turun tangan memberikan pendampingan, sementara aspek medis murni ditangani oleh Dinas Kesehatan.

Pendekatan terpadu inilah yang sukses membawa Bulungan menekan angka stunting secara drastis.

(TribunKaltara.com/Rismayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.