Anggota DPR RI Yuliansyah Minta Pemerintah dan Warga Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kalbar
Try Juliansyah July 25, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Menanggapi tren penurunan kualitas udara dan meluasnya titik api di Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Yuliansyah mendesak pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan. 

Pergerakan kabut asap yang mulai mengancam kawasan perkotaan dinilai memerlukan tindakan korektif dan mitigasi risiko yang lebih terintegrasi.

Yuliansyah menekankan pentingnya pengawasan intensif dari lini pemerintah provinsi hingga tingkat kabupaten/kota.

Menurutnya, respons cepat di tingkat lokal harus diselaraskan dengan dukungan penuh dari otoritas penanggulangan bencana di tingkat pusat.

"Saya terkait dengan karhutla ini, khususnya kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah tingkat kabupaten dan kota, agar selalu memantau terus. Selalu memantau terus dan juga perkuat sinergi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," tegas Yuliansyah kepada awak media, Sabtu, 25 Juli 2026.

Salah satu sorotan utama legislator asal Kalbar ini adalah masih ditemukannya praktik pembukaan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.

Serta kebiasaan masyarakat membakar sampah di tengah kondisi vegetasi yang amat kering. 

Risiko dari aktivitas pembakaran sekecil apa pun dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu karhutla berskala besar di atas tanah gambut.

"BNPB juga sering memantau terkait dengan pembakaran-pembakaran yang dilakukan oleh masyarakat. Walaupun mereka membakarnya mungkin awalnya hanya sedikit, tapi takutnya ini akan semakin meningkat dan meluas," ujarnya.

Baca juga: Kabut Asap Masuk Pontianak, Wali Kota Imbau Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Minta Pemerintah Berikan Arahan dan Edukasi

Melihat tingginya tingkat kerentanan lingkungan saat puncak musim kemarau, Yuliansyah meminta pemerintah daerah tidak henti-hentinya hadir di tengah warga.

Guna memberikan arahan dan edukasi preventif secara langsung.

"Di sinilah kita juga mengimbau kepada masyarakat, pemerintah harus selalu memantau dan selalu memberikan arahan-arahan kepada masyarakatnya. Dengan situasi yang sekarang ini, kalau bisa jangan membakar dulu," pinta Yuliansyah.

Ia juga menunjuk penetapan imbauan kewaspadaan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Pontianak terkait penurunan kualitas udara sebagai sinyal kuat.

Bahwa ancaman karhutla telah memasuki fase yang membahayakan kesehatan publik.

"Karena situasi tadi yang disampaikan Pak Wali Kota juga, terkait dengan keadaan cuaca yang diprediksi akan semakin memburuk. Kita tidak boleh lengah," tambahnya.

Menutup keterangannya, Yuliansyah menegaskan bahwa keselamatan ekologis dan pemulihan kualitas udara di Kalimantan Barat merupakan tanggung jawab kolektif.

Selain dorongan kebijakan dan pengetatan pengawasan di lapangan, ia menaruh harapan pada faktor cuaca untuk membantu meredakan krisis keasapan.

"Di sinilah kita perlu sinerginya juga, ya kan, untuk menjaga Kalimantan Barat ini, menjaga Kota Pontianak ini, supaya udaranya bisa lebih baik lagi ke depannya. Dan tentu saja, kita tetap mendoakan supaya hujan cepat turun," pungkas Yuliansyah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.