Aceh Masuk Tiga Besar Nasional Pengusul Dana Indonesiana Terbanyak
Mursal Ismail July 26, 2026 12:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Provinsi Aceh masuk dalam tiga besar daerah dengan jumlah proposal terbanyak yang diajukan pada program Dana Indonesiana, skema pendanaan dari Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI. 

Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme komunitas seni dan budaya Aceh dalam mengakses dukungan pemerintah untuk pengembangan kebudayaan.

Hal tersebut diungkap Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, saat membuka Ruang Muda Prestasi (Ranup) Aceh 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Sabtu (25/7/2026).

Ia mengungkap, dari ribuan proposal yang masuk secara nasional, Aceh menempati peringkat ketiga sebagai daerah dengan jumlah pengusul terbanyak.

“Aceh ya dari ribuan proposal yang masuk, ternyata oh ternyata Aceh itu nomor 3 terbanyak proposal yang masuk dari Aceh. Pertama itu Jawa Tengah, kedua Jawa Barat, dan ketiga Aceh,” kata Irini.

Meski demikian, ia mengingatkan banyaknya proposal yang masuk membuat tidak semuanya dapat memperoleh pendanaan. Karena itu, komunitas seni diminta tidak patah semangat apabila belum berhasil lolos seleksi.

Baca juga: Masa Transisi Darurat segera Berakhir, Aceh Bersiap Masuk Fase Rehab-Rekon

“Tentu juga ada hal yang mungkin diperhatikan bagi teman-teman. Jadi kalau belum misalnya gagal tahun ini, jangan terus putus asa.

Karena itu tadi saya bilang, dari sekian ribu gitu proposal yang masuk kan enggak mungkin semua bisa tertampung,” tuturnya.

Irini mengatakan Dana Indonesiana merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada komunitas budaya di seluruh Indonesia melalui Dana Abadi Kebudayaan.

Ia berharap Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, para budayawan, dan tokoh seni terus mendampingi komunitas budaya agar semakin siap dalam menyusun proposal sekaligus menjaga kualitas karya.

Selain itu, menurutnya, perkembangan seni kontemporer perlu berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. 

“Mudah-mudahan bisa ikut mendampingi biar kita tetap menjaga akurasi, sejarah, dan budaya Aceh. Jadi walaupun ada budaya yang sifatnya kontemporer, sebaiknya tradisi Aceh tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Hubungan Tidak Sehat Bukan Hanya Soal Selingkuh, Kenali 15 Tanda yang Perlu Diwaspadai

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.