Metropolis Sriwijaya vs Kota Pendidikan Jawa: Menakar Kemandirian PAD Palembang vs Kota Malang
Yandi Triansyah July 26, 2026 02:45 AM

SRIPOKU.COM,  PALEMBANG — Menjadi pusat perguruan tinggi ternama di Indonesia, Kota Malang telah lama mengukuhkan posisinya sebagai daerah jujukan mahasiswa dan pelajar dari berbagai penjuru Nusantara.

Ditambah bentang alamnya yang dikelilingi pegunungan berudara sejuk, Kota Bunga ini selalu sukses memikat banyak orang untuk sekadar berwisata atau melepaskan penat.

Namun, Palembang tak mau kalah. Sebagai kota metropolitan terkaya di Sumatera Selatan, bumi bekas peradaban Kerajaan Sriwijaya ini menyimpan daya tarik tersendiri.

Kombinasi biaya hidup yang relatif murah serta kekayaan kuliner khasnya yang legendaris membuat siapa saja betah menetap dan mengadu nasib di kota tertua di Indonesia ini.

Baca juga: Adu Kekuatan PAD Kota Utama Sumatera: Menakar Kemandirian Finansial Palembang vs Bandar Lampung

Lantas, jika kedua kota favorit di pulau yang berbeda ini diadu dari kacamata kapasitas fiskal dan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kota mana yang lebih unggul?

Mengintip Dapur Keuangan Daerah: Data DJPK Kemenkeu per 24 Juli 2026

Dikutip dari data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan per 24 Juli 2026, berikut perbandingan target dan realisasi PAD antara kedua kota:

1. Kota Palembang: Skala Ekonomi Besar Berbasis Sektor Jasa 

Sebagai pusat pertumbuhan regional di bagian selatan Sumatera, Pemkot Palembang memasang target PAD cukup fantastis pada Tahun Anggaran 2026, yakni mencapai Rp 2,3 Triliun.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi PAD Kota Palembang tercatat telah menembus Rp 906,14 Miliar atau menyentuh 39,40?ri total target.

Sektor pajak daerah, retribusi, serta geliat industri event, MICE, dan perdagangan menjadi penopang utama derasnya arus penerimaan kas daerah.

2. Kota Malang: Laju Serapan Tinggi Digerakkan Pendidikan & Wisata

Di sisi lain, Kota Malang menargetkan perolehan PAD sebesar Rp 1,062 Triliun pada Tahun Anggaran 2026. Secara nominal, target ini berada di kisaran separuh dari target yang dipatok Kota Palembang.

Meski target nominalnya lebih moderat, laju penyerapan PAD Kota Malang terbilang sangat impresif.

 Hingga Juli 2026, PAD Kota Malang telah terealisasi sebesar Rp 568,93 Miliar atau telah menembus 53,57?ri target tahunan.

Perputaran ekonomi dari ratusan ribu mahasiswa serta arus wisatawan yang konsisten terbukti menjadi mesin penggerak kas daerah yang melaju kencang sejak awal tahun.

Palembang unggul secara dominan dari segi nominal target dan total realisasi kas daerah, sejalan dengan skala ekonomi metropolitannya.

Namun dari sisi efisiensi dan laju penyerapan di pertengahan tahun, Malang melaju lebih cepat dengan telah merealisasikan lebih dari separuh target tahunannya (53,57 % ) berkat ekosistem pendidikan dan pariwisatanya yang stabil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.