TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tengah dilanda bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Asap tebal mulai menyelimuti aktivitas warga mulai Jumat 24 Juli 2026 lalu.
Terbaru, Karhutla terjadi di sekitar Kompleks Taman Bumi Serdam, Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Sabtu 25 Juli sore WIB.
Salah seorang warga Kompleks Taman Bumi Serdam, Oliv mengaku cemas karena api telah menyebar ke sejumlah titik di sekitar kawasan permukiman.
Menurutnya, kondisi kemarau membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi mendekati rumah warga.
"Api sudah tersebar ke mana-mana. Itu yang paling membuat saya khawatir, apalagi sekarang sedang kemarau," ujar Oliv saat ditemui di lokasi.
Oliv mengatakan, dirinya tinggal seorang diri di rumah yang baru ditempatinya selama beberapa minggu. Ia mengaku baru pertama kali menghadapi Karhutla sejak tinggal di kompleks tersebut.
"Baru beberapa minggu saya pindah ke sini. Ini juga baru pertama kali terkena Karhutla," katanya.
• Anggota DPR RI Yuliansyah Minta Pemerintah dan Warga Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kalbar
Kondisi kualitas udara yang menurun akibat polusi dan kabut asap di Kalimantan Barat meningkatkan risiko masyarakat terkena ISPA hingga pneumonia.
Untuk mencegah penularan, warga Pontianak dan Kubu Raya dianjurkan melakukan langkah sederhana namun efektif.
Apa saja?
Berikut cara mencegah ISPA dan Pneumonia imbas asap tebal Karhutla dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id:
1. Gunakan masker saat polusi atau kabut asap tinggi.
2. Rajin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.
3. Perkuat daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, vitamin, dan olahraga.
4. Hindari merokok karena asap rokok memperburuk saluran pernapasan.
5. Istirahat cukup agar tubuh mampu melawan infeksi.
6. Segera periksa ke dokter bila mengalami batuk, demam, atau sesak napas.
• Karhutla di Kawasan Bandara Supadio Sulit Dipadamkan, Api Membara di Dalam Gambut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih akan mengalami kondisi minim hujan dalam sepekan ke depan. Bahkan, hingga akhir Juli 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih tergolong rendah.
Khusus untuk Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, cuaca diprakirakan didominasi cerah hingga cerah berawan.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam satu pekan ke depan potensi hujan di Kalimantan Barat masuk dalam kategori rendah. Untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak juga diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan," ujar Rizky, Sabtu 25 Juli 2026.
Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan ringan pada 30 hingga 31 Juli 2026 di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Namun, hujan tersebut diprakirakan terjadi secara lokal dan tidak merata.
"Terdapat potensi hujan ringan pada tanggal 30 dan 31 Juli di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, namun diprakirakan tidak merata," katanya.
(*)