Oleh : RP. John Lewar SVD
Biara SVD St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Minggu Biasa Pekan XVII 26 Juli 2026, dari RP. John Lewar SVD berjudul : Memilih Harta yang Tidak Pernah Hilang.
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang dan seumpama seorang pedagang yang menemukan sebuah mutiara yang sangat berharga." (Mat. 13:44-46).
BACAAN HARI INI :
Bacaan I : 1 Raja-raja 3:5, 7-12. Salomo memohon hikmat kepada Tuhan
Mazmur Tanggapan : Mazmur 119:57, 72, 76-77, 127-130. Berbahagialah orang yang berpegang pada Sabda-Mu, ya Tuhan.
Bacaan II : Roma 8:28-30. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Injil : Matius 13:44-52 (atau 13:44-46). Harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga.
KISAH NYATA :
Beberapa tahun lalu, seorang pemuda Indonesia yang telah sukses bekerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi membuat keputusan yang mengejutkan banyak orang.
Ia meninggalkan pekerjaannya yang menjanjikan untuk mengabdikan diri di sebuah daerah terpencil sebagai guru bagi anak-anak yang hampir tidak memiliki akses pendidikan.
Banyak teman bertanya, "Mengapa meninggalkan hidup yang nyaman?". Dengan tenang ia menjawab, "Saya memang kehilangan penghasilan yang besar, tetapi saya telah menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: hidup saya mempunyai arti bagi banyak orang."
Bagi dunia ia dianggap rugi, namun baginya ia menemukan "harta terpendam" yang tidak dapat dibeli dengan uang.
RENUNGAN :
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Di zaman sekarang, ukuran keberhasilan sering kali ditentukan oleh harta, jabatan, popularitas, dan pengaruh. Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah adalah harta yang paling berharga.
Dalam Injil, Yesus berkata: _"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang... dan seumpama seorang pedagang yang menemukan sebuah mutiara yang sangat berharga."_ (Mat. 13:44-46)
Orang yang menemukan harta itu rela menjual segala miliknya, karena ia tahu bahwa apa yang diperolehnya jauh lebih bernilai daripada apa yang ditinggalkannya.
Bacaan pertama menampilkan Raja Salomo yang memilih hikmat daripada kekayaan. Karena kerendahan hatinya, Tuhan tidak hanya memberikan hikmat, tetapi juga memberkati hidupnya.
Santo Paulus meneguhkan kita bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka y yang mengasihi Dia (Rm. 8:28). Artinya, ketika kita menempatkan Tuhan sebagai harta utama, pengalaman yang sulit pun dapat dipakai-Nya menjadi jalan menuju kebaikan.
Dunia menawarkan banyak "mutiara palsu", tetapi tidak mampu mengisi kekosongan hati manusia. Sebaliknya, orang yang memilih Kristus memiliki damai, harapan, dan sukacita yang tetap bertahan.
Pertanyaan untuk kita hari ini: Apakah Kristus sungguh menjadi harta terbesar dalam hidupku, atau hanya pelengkap setelah segala urusan dunia selesai?
PESAN UNTUK HIDUP KITA:
1.Carilah hikmat Allah sebelum mencari kekayaan dunia.
2. Jadikan Kristus sebagai harta yang paling berharga, melebihi jabatan, materi, dan popularitas.
3. Percayalah bahwa Allah selalu bekerja demi kebaikan orang yang tetap setia kepada-Nya.
4.Bangunlah kehidupan yang berakar pada nilai-nilai Injil, sebab itulah kekayaan yang tidak akan pernah hilang.
PENUTUP :
Saudara-saudari terkasih, hidup adalah rangkaian pilihan. Pilihlah dengan bijaksana. Kejarlah Kerajaan Allah yang memberikan sukacita, damai, dan keselamatan yang kekal.
Semoga kita memiliki hati seperti Salomo yang mencintai hikmat, dan keberanian seperti orang dalam Injil yang rela melepaskan segalanya demi memperoleh harta yang sejati. Kristus adalah harta terbesar yang tidak pernah hilang. Amin.
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di mana ngengat dan karat merusakkannya dan di mana pencuri membongkar serta mencuri; tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga..."(Matius 6:19-21)
Berbahagialah orang yang berpegang pada Sabda-Mu, ya Tuhan._ (Mazmur 119:72). Tuhan memberkati kita semua!