SURYA.CO.ID TRENGGALEK - Liga Pelajar Piala Kemerdekaan Trenggalek 2026 sukses menjadi ajang pencarian bakat pesepak bola muda. Askab PSSI Trenggalek menemukan banyak talenta baru yang diproyeksikan memperkuat tim daerah pada berbagai kompetisi bergengsi.
Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek sukses menggelar Liga Pelajar Piala Kemerdekaan Trenggalek 2026. Turnamen yang baru pertama kali diselenggarakan itu diproyeksikan menjadi agenda tahunan untuk melahirkan bibit-bibit unggul sepak bola dari Kabupaten Trenggalek.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengaku bersyukur kompetisi antarpelajar tersebut berjalan lancar sekaligus menjadi wadah penting dalam memantau potensi pemain muda daerah.
"Alhamdulillah, pelaksanaan Liga Pelajar yang pertama kalinya di tahun 2026 ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses," ujar Puguh usai penyerahan trofi, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Puguh, tujuan utama kompetisi ini adalah menjaring talenta lokal yang nantinya dapat memperkuat Kabupaten Trenggalek pada ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur maupun Piala Soeratin.
Ia menjelaskan, sebagian besar pemain Tim U-17 Trenggalek yang pernah tampil di Piala Soeratin kini tersebar di sejumlah SMA dan SMK, sehingga Liga Pelajar menjadi kesempatan menemukan pemain-pemain potensial lainnya.
"Pemain Piala Soeratin tersebar di beberapa tim SMA, tidak terkumpul di satu tim saja. Alhamdulillah, dari kompetisi ini kita mendapat input pemain-pemain bagus di luar pemain yang sudah ada di tim Piala Soeratin itu sendiri," terangnya.
Melihat hasil positif dari penyelenggaraan perdana, Askab PSSI Trenggalek berkomitmen menjadikan Liga Pelajar Piala Kemerdekaan sebagai kalender kompetisi rutin setiap tahun.
Kompetisi ini diharapkan menjadi jalur pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda sekaligus memperkuat regenerasi sepak bola Trenggalek.
Baca juga: Karier Muhammad Hilmi Tamat, Komdis PSSI Jatim Melarangnya Main Bola Seumur Hidup
"Insyaallah turnamen ini akan menjadi agenda resmi PSSI, jadi akan kita gelar setiap tahun," tegasnya.
Dengan kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan, PSSI Trenggalek optimistis memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk menghadapi berbagai turnamen regional maupun tingkat provinsi.
Sementara itu, pelatih SMKN 1 Trenggalek, Asshoful Barqi Masyhuri, yang dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Liga Pelajar Piala Kemerdekaan Trenggalek 2026 mengaku bangga atas penghargaan yang diraihnya.
Pelatih muda tersebut menyebut keberhasilan itu menjadi pengalaman berharga dalam debutnya menangani tim pada kompetisi sepak bola lapangan besar.
"Alhamdulillah, saya agak kaget bisa menjadi pelatih terbaik di usia yang masih muda. Bagi saya, anak-anak tampil sangat istimewa," ungkap Barqi.
Meski demikian, ia menilai masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama kemampuan teknik dasar para pemain muda agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
"Untuk evaluasi ke depan masih banyak pekerjaan rumah (PR), terutama pada teknik dasar seperti passing (umpan)," jelasnya. (Madchan Jazuli)