Citizen Reporter: Althaf Naufal Suriadi
Mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Posko Kelurahan Mallilingi 1.
TRIBUN-TIMUR.COM, BANTAENG – Limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi inspirasi lahirnya program inovatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Mallilingi, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Melimpahnya sekam padi setiap musim panen dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Gagasan tersebut diperkenalkan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Kelurahan Mallilingi, Senin (13/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Lurah Mallilingi, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, kelompok tani, tenaga pendidik, serta sekitar 40 peserta lainnya.
Seminar menjadi langkah awal pelaksanaan program pengabdian sekaligus wadah membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Koordinator Posko KKN, Rifky Naraya Ramadhan, menjelaskan seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah pelatihan pembuatan briket berbahan dasar sekam padi. Melalui pelatihan ini, limbah pertanian diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai tambah.
Selain membantu mengurangi limbah, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif.
Mahasiswa juga memperkenalkan sejumlah program pendukung lainnya, antara lain SIPETAS (Sistem Pemetaan Lahan Sawah Berbasis Sistem Informasi Geografis) untuk mendukung pengelolaan data pertanian, SUJA Mallilingi sebagai inovasi pengolahan jagung menjadi produk bernilai tambah, pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah organik.
Sosialisasi penggunaan gawai secara bijak dan internet sehat bagi siswa sekolah dasar, program CELIK (Ceria Belajar Literasi Keuangan) untuk meningkatkan literasi keuangan anak.
Serta pelatihan teknologi digital bagi guru dan aparat kelurahan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan administrasi.
Selama seminar berlangsung, pemerintah kelurahan dan masyarakat memberikan berbagai masukan terhadap rencana program yang dipaparkan.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program agar pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin di Kelurahan Mallilingi akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026.
Melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal, mahasiswa berharap pelaksanaan KKN dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Kelurahan Mallilingi. (*)