BOLASPORT.COM - Tunggal putra Prancis, Toma Junior Popov, sangat bahagia mampu mencapai final China Open 2026 dengan mengalahkan unggulan sekaligus rising start yang sedang naik daun, Victor Lai.
Toma Junior Popov menandai kebangkitan tunggal putra Prancis semakin nyata di ajang China Open 2026.
Saat Christo Popov baru saja menjadi kampiun Japan Open pekan lalu, giliran sang kakak yang berpeluang besar mewujudkan gelar tertingginya.
Prancis seolah tak kehabisan potensi di sektor ini bila mengingat masih ada nama Alex Lanier yang juga patut diwaspadai.
Namun di China Open 2026 kali ini, Toma Junior Popov yang sedang menjadi lakon utamanya.
Sejak mencapai semfiinal kemarin, ia sudah membukukan sejarah baru dalam 22 tahun sebagai tunggal putra Prancis yang berhasil mencapa8 fase empat besar turnamen ini.
Terakhir kali pemain yang mencapai semifinal China Open ialah Pi Hongyan pada 2004.
Ini pertama kalinya saya mencapai tahap ini, jadi saya mencoba menikmati setiap momen dan setiap detik di lapangan,” kata Popov dilansir Bolasport dari laman resmi BWF.
"Saya senang bisa mewakili Prancis di level ini.”
Popov mengalahkan Victor Lai (Kanada) yang berstatus unggulan dan menjadi pemain muda yang sedang naik daun.
Lai sendiri merupakan penakluk wakil Indonesia, Jonatan Christie pada perempat final sebelumnya.
Toma Popov pun tak mudah mengalahkan Lai pada semifinal kemarin, di mana ia harus rela kehilangan gim pertama lebih dulu.
Kesolidan di gim kedua dan menemukan formula kemenangan yang tepat barulah membawa Toma Popov berhasil membalikkan keadaan hingga menang 14-21 21-12, 21-15.
"Hal terpenting adalah memenangkan poin sebanyak mungkin karena, seperti yang kita lihat, hampir tidak mungkin bermain dari sisi itu,” jelas Popov tenang perbedaan angin lapangan yang signfikan di satu sisi.
“Kuncinya adalah permainan di area depan dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan mudah (lawan)," tandasnya.
Popov mengaku bahwa mengetahui arah angin dan kebiasaan Lai menjadi faktor penting yang mampu membuatnya mengendalikan laga.
Ia semgaja memancing serangan ke arah tertentu yang memaksa Lai jadi eror.
"Anginnya," ujar Popov tersenyum.
"Aku berhasil memaksa Victor melakukan kesalahan mudah dengan memanfaatkan kemampuan meluncur itu," ucapnya.
Popov tidak mau terlena dengan euforia di semifinal. Ia masih akan punya tugas berat di final dengan menghadapi Chou Tien Chen asal Taiwan.
"Ini belum berakhir, masih ada satu langkah lagi,” katanya.
"Saat ini saya sangat bangga, gembira, dan saya tidak sabar untuk kembali ke lapangan dan mencoba untuk membawa rekor ini lebih jauh lagi," tandas Popov.