TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana di sebuah kampung di kawasan Wonkromo, Surabaya, Jawa Timur, sempat dibuat mencekam setelah sejumlah oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) diduga menduduki sebuah rumah toko (ruko) secara paksa.
Peristiwa itu terjadi di ruko yang berlokasi di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonkromo, Surabaya.
Aksi tersebut membuat warga sekitar merasa resah lantaran dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal.
Pengurus RT setempat berinisial MS mengungkapkan, kejadian itu bermula pada awal Juli 2026.
Saat itu, sekelompok orang tiba-tiba datang dan menjebol gembok pagar ruko yang sebelumnya dalam keadaan terkunci.
Menurut MS, pemilik ruko bernama Bagus sebelumnya telah memberi tahu pengurus RT bahwa bangunan tersebut telah resmi dibelinya.
Baca juga: Sosok Aripat, Kini Sah Jadi Suami Nathalie Holscher, Dulu Kerja di Bidang Leasing dan Sales Properti
"Padahal sebelumnya Pak Bagus sudah bilang ke pengurus RT soal ruko itu sudah dibelinya."
"Terus sewaktu orang-orang ini datang, posisinya Pak Bagus masih di Jakarta, akhirnya saya kabari," kata MS di Rumah Aspirasi Armuji, Sabtu (25/7/2026).
MS menjelaskan, setelah gembok pagar dirusak, para oknum tersebut langsung menempati ruko tanpa izin dari pengurus RT maupun warga sekitar.
Mereka bahkan disebut bertahan di lokasi selama kurang lebih dua pekan.
"Dan warga sudah mengetahui, merasa resah karena orang yang tidak dikenal bisa masuk ke rumahnya orang lain," ujarnya.
Keberadaan para oknum ormas itu pun membuat aktivitas lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman.
Mereka disebut datang sejak pagi hari dan baru meninggalkan lokasi pada dini hari.
Baca juga: Reaksi Sule Setelah Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat, Ngaku Jujur Cemburu Soal Adzam
Menurut MS, pihak RT sebenarnya telah mengingatkan agar mereka mengikuti aturan lingkungan jika ingin berada di kawasan tersebut, terlebih bila bermaksud bermalam.
"Saya bilang, ya enggak bisa karena ini kampung, Anda harus izin dulu kalau memang bermalam di sini."
"Tapi, mereka bilang 'saya pulang kok jam 01.00 atau 02.00 WIB'. Ya kan sama saja," terangnya.
Pengakuan pengurus RT tersebut kini menjadi sorotan, menyusul dugaan aksi pendudukan paksa ruko yang membuat warga sekitar merasa tidak aman dan khawatir terhadap situasi di lingkungan mereka.
Ketika peristiwa pengeroyokan terjadi, ia mengungkapkan banyak dari warga kampung yang merasa sangat ketakutan melihat tindakan para oknum ormas itu yang begitu kasar.
“Aslinya sewaktu Pak Bagus jatuh itu mau dibantuin, tapi melihat mereka kasar sekali enggak bisa diajak ngomong gitu langsung warga ketakutan semua,” ucapnya.
Selama kurang lebih dua minggu para oknum ormas menduduki ruko tersebut, suasana di Kampung Krukah Utara sangat mencekam dan diselimuti ketakutan.
“Karena tahu-tahu datang orang banyak, langsung digeruduk, pagar itu dipaksa dilepas. Jadi pagar lepas, Mas Bagus jatuh, dan teman yang merekam video itu HP-nya dibanting,” ungkapnya.
“Jadi, suasana di kampung selama dua minggu itu mencekam karena tindakan oknum ormas itu,” imbuhnya.
Sebelumnya, sekelompok orang yang merupakan oknum anggota ormas berupaya mengambil paksa ruko di Surabaya, Jawa Timur.
Pemilik toko, Bagus Indra menjelaskan, ruko itu didapatkannya pada April 2026 dari hasil lelang bank.
Pada Mei 2026, semua proses administrasi dan persuratan mulai diurus.
“Dilelang melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) dan pada saat itu saya memenangkan lelang tersebut."
"Terus pada bulan Mei saya proses administrasi balik nama dan BPKB pajak. Semua pajak, retribusi sudah terbayarkan,” kata Bagus.
Ia menerangkan bahwa sebelum masuk lelang, bangunan tersebut kosong lebih dari dua tahun.
"Oknum ormas ini mengaku mengatasnamakan sebagai kuasa hukum, tapi mereka tidak menunjukkan surat kuasanya ke saya,” jelasnya.
Kemudian, saat ia sedang membersihkan rukonya pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba datang sekelompok orang diduga oknum ormas memaksa untuk masuk ke dalam.
“Saya sudah tunjukkan surat, tapi mereka tetap enggak mau. Terus saya coba ajak duduk di kafe buat merundingkan, tapi tetap enggak mau,” ungkapnya.
Setelah rekaman CCTV tersebut viral, Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya mendatangi lokasi kejadian pada Rabu sekitar pukul 22.00 WIB.
Sampai kini, sekelompok oknum ormas tersebut tidak lagi kembali ke lokasi dan kondisi ruko digembok.
Bagus sudah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Azwa Safrina)