TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penyelidikan kasus tewasnya seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) II di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, masih terus dilakukan aparat kepolisian.
Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol di tepi danau, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab kematiannya.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak kriminal atau penyebab lainnya.
Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan untuk mengungkap misteri yang menyelimuti peristiwa tersebut.
Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi yang terdiri dari warga sekitar dan rekan kerja korban.
Selain itu, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Perum Jasa Tirta II guna mencari petunjuk penting.
Telepon genggam milik korban turut diamankan sebagai barang bukti dan saat ini masih didalami oleh penyidik.
Di sisi lain, hasil autopsi yang dilakukan terhadap jenazah korban juga masih ditunggu untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Polisi menegaskan seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.
Penyidik juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video yang disebut sebagai status terakhir korban.
Menurut kepolisian, video tersebut bukan diunggah oleh korban, melainkan milik salah seorang rekannya.
Dengan seluruh proses penyelidikan yang masih berlangsung, polisi berharap misteri kematian satpam yang ditemukan terborgol di Waduk Jatiluhur segera terungkap.
Baca juga: Nasib 3 Anggota Polda Jabar usai Viral Intimidasi Satpam Bundaran HI, Kini Terancam Sanksi
Seperti diketahui, penyelidikan kasus kematian seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol di tepi Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, terus bergulir.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), namun penyebab pasti kematian korban masih belum terungkap.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta juga telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, hingga autopsi terhadap jenazah korban.
Proses autopsi dilakukan oleh tim medis di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah autopsi selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan menggali keterangan dari para saksi.
"Hingga saat ini kami sudah memeriksa 12 orang saksi, baik dari warga maupun rekan kerja korban. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut," kata Made saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Minggu (26/7/2026).
Selain memeriksa saksi, ia mengatakan, polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, lokasi tempat korban bekerja.
Lebih lanjut ia menyebutkan, sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, polisi mengakui belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Di sisi lain, beredarnya video yang disebut-sebut sebagai status terakhir korban di media sosial juga mendapat klarifikasi dari kepolisian. Made menegaskan video tersebut bukan diunggah oleh korban.
"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," ucapnya.
Video yang beredar memperlihatkan dugaan aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul yang diduga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah, tepatnya di kawasan Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah coretan di fasilitas umum, disertai suara seorang pria yang mengecam aksi vandalisme dan meminta agar lokasi tersebut segera dibersihkan.
Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap autopsi dan terus mendalami seluruh barang bukti untuk mengungkap misteri di balik kematian satpam tersebut.
(TribunNewsmaker.com/TribunJabar)